Solopos.com, SOLO — Hasil peneltian menunjukkan wanita lebih suka main kasar saat berhubungan seksual dengan pasangannya. Ternyata, kebiasaan itu memiliki alasan tersendiri.

Permainan kasar di ranjang disebut-sebut mampu memicu orgasme lebih cepat.

Dikutip dari Detik.com, berdasarkan data di laman penyedia film porno, wanita lebih suka menonton film porno dengan jenis rough sex atau seks kasar.

Sekelompok peneliti juga menyurvei 734 mahasiswa di New York soal perilaku seks dan pengalaman rough sex mereka.

Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

Sebanyak 51% responden menyatakan mereka pernah terlibat dalam rough sex sebelumnya dengan perilaku umum yang dilakukan, yaitu mencakar, memukul, mendorong, memanggil sebutan, merobek pakaian, mengikat, menutup mata, dan menampar.

Apakah Ukuran Alat Vital Pria Bisa Diperbesar? Cek Fakta Ilmiahnya

Namun para penulis mencatat, perilaku ini konsensual dan bukan pelecehan ataupun kekerasan secara disengaja. Disimpulkan banyak orang lebih menyenangi seks dengan tambahan bumbu kekerasan.

Terkuak! Ini Rahasia Pijat Alat Vital Ala Mak Erot

Saat dibandingkan dengan seks biasa pada umumnya, baik pria dan wanita mengaku orgasme terasa lebih intens dan sering, pasangan melakukan usaha lebih untuk memuaskan satu sama lain, seks semakin merangsang, serta penetrasi semakin dalam.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

"Ditambah, wanita menyebut mereka orgasme lebih cepat saat mereka melakukan rough sex. Terlebih ada perbandingan yang cukup besar antara pria dan wanita untuk mencapai orgasme, lima hingga enam menit banding 13 menit, sehingga mungkin ini salah satu alasan rough sex sangat diinginkan dan banyak wanita ketimbang pria saat menonton film porno kasar untuk menutup celah perbedaan orgasme," demikian dilaporkan laman Men's Health.

Derita ABG Wonogiri Diperkosa Lagi oleh Paman Usai Curhat Diperkosa Ayah Tiri

Yang perlu diketahui adalah membedakan mana rough sex dan mana kekerasan atau pelecehan seksual.

Rough sex tidak mengeksploitasi dan mereka yang melakukannya melaporkan pengalaman yang sama-sama bisa dinikmati, bukan menyakiti.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten