Wulan, bocah SD di Cilacap yang harus berdagang demi menyambung hidup. (Facebook-Callista Khanza Sport)

Solopos.com, CILACAP — Wulan, bocah kelas IV SDN Petungan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) harus mengalami kisah tragis di hidupnya. Bocah perempuan itu harus berdagang gorengan dan makanan kecil lainnya demi memenuhi kebutuhan hidup.

Kisah tragis itu viral di media sosial setelah dibeberkan pengguna akun Facebook Callista Khanza Sport, Jumat (16/4/2019). Pengguna akun Facebook tersebut mengunggah foto dan video tanya jawabnya dengan Wulan.

Pada kolom keterangan, dijelaskan Wulan selalu berdagang gorengan hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Wulan bersama adiknya mulai berdagang setiap pukul 17.00 dan belum pulang jika dagangannya belum habis.

Wulan dikabarkan ditelantarkan kedua orang tuanya. "Ibunya di Malaysia tidak pernah pulang, ayahnya tidak bekerja," tulis pengguna akun Facebook Callista Khanza Sport.

Wulan berdagang gorengan yang dibikin tantenya dan hanya menerima uang saku Rp2.000 setiap harinya. Padahal, bocah perempuan itu kerap kali berdagang hingga pukul 24.00.

Tragisnya lagi, kini adik Wulan yang biasa menemaninya berdagang sedang terbaring di rumah sakit. Tak pelak kisah tragis bocah cilacap itu ramai diperhatikan warganet yang mengaku merasa terenyuh. "Semoga adik ini ada yang menolong amin," tulis penngguna akun Facebook Yuli Faridah Imran.

"Kasihan banget kamu nak. Andai kamu dekat di sini aku beli semua kuemu," ungkap pengguna akun Facebook Nok Aini.

"Semangat sayang, Allah pasti akan memberikan kebahagiaan," imbuh pengguna akun Facebook Idha Ismawaty.

Pengguna akun Facebook Callista Khanza Sport yang kali pertama mengutarakan kisah tragis tersebut berharap banyak orang baik yang menolong Wulan. Ia mengungkapkan Wulan kerap kali berdagang di Alun-alun Cilacap dan sekitarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten