Bikin Haru, Ini Makna Mendalam Lagu Ojo Dibandingke Menurut Penciptanya

Lirik dan makna lagu Ojo Dibandingke ciptaan seniman Boyolali, Abah Lala.

 Penyanyi asal Boyolali Abah Lala tampil dalam puncak acara HUT ke-12 The Sunan hotel Solo yang bertema Gembiralokal Rabu (27/11/2019) malam. (Solopos-Sunaryo HB)

SOLOPOS.COM - Penyanyi asal Boyolali Abah Lala tampil dalam puncak acara HUT ke-12 The Sunan hotel Solo yang bertema Gembiralokal Rabu (27/11/2019) malam. (Solopos-Sunaryo HB)

Solopos.com, Boyolali — Lagu Ojo Dibandingke ciptaan seniman Boyolali, Agus Purwanto, Abah Lala, kembali viral setelah dinyanyikan Farel Prayoga dalam serangkaian Upacara HUT Ke-77 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Abah Lala saat diwawancara Solopos.com, Rabu siang, menceritakan makna lagu tersebut. Ojo Dibandingke sebenarnya membahas soal percintaan. Maknanya yakni jangan membanding-bandingkan antara satu orang dengan yang lainnya.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Namun, lagu tersebut juga bisa dimaknai dalam arti yang lebih luas.

Lirik  jelas bedo yen dibandingke, aku ra iso yen kon gawe-gawe (jelas beda jika dibandingkan, aku enggak bisa jika diminta mengada-ada), menurut Abah Lala juga sama persis dengan jalannya pemerintahan di era Presiden Joko Widodo.

Menurutnya kepemimpinan Presiden Jokowi selama ini selalu apa adanya, tidak ada yang mengada-ada. “Ya maknanya soal percintaan, bisa juga tentang Pak Jokowi pas lirik ini  aku ra iso yen kon gawe-gawe. Pak Jokowi selalu apa adanya,” kata Abah Lala saat diwawancara, Rabu.

Baca juga: Ojo Dibandingke Viral saat Upacara HUT RI, Penciptanya Menangis Terharu

Berdasarkan penelusuran Solopos.com lagu tersebut dirilis sekitar dua bulan lalu di kanal YouTube pribadi Abah Lala Official. Lagu tersebut sampai saat ini ditonton lebih dari 1,2 juta warganet

Video klip lagu tersebut disutradarai langsung oleh Abah Lala yang dalam kanal YouTube tersebut ditulis Agus Purwanto. Video klip dibuat dengan latar Kota Boyolali.

Dilansir dari akun Instagram @abahlalareal pada Rabu siang, Abah Lala, sempat menangis terharu menyaksikan video Farel Prayoga menyanyi Ojo Dibandingke via YouTube.

Momen Abah Lala menyaksikan Farel Prayoga menyanyikan lagunya via YouTube diabadikan lewat akun Instagram @abahlalareal pada Rabu siang. Saat itu ia sedang perjalanan menuju pentas di Purwokerto, Jawa Tengah.

“Saya melu bangga, melu semangat, untuk Indonesia. Jos, jos, jos,” kata Abah lala dalam video singkat di Instagram pribadinya.

Baca juga: Nyanyi di Istana, Farel Prayoga Bikin Jokowi Senyum-Prabowo Joget

“Puji syukur alhamdulillah terimakasih dek @farel.prayoga.official sudah membawakan lagu saya di depan bapak presiden @jokowi di hari Kemerdekaan Indonesia yang penuh bahagia ini,” tulisnya dalam akun Instagram tersebut.

Abah Lala mengaku bangga dan bahagia saat mengetahui lagunya dinyanyikan di Istana Merdeka dalam serangkaian Upacara HUT Ke-77 RI.

“Senang sekali, bangga banget. Lagu yang saya ciptakan dinyanyikan di HUT Indonesia,” kata Abah Lala saat diwawancara Solopos.com, Rabu siang.

Hal lain yang membuatnya merinding yakni baru kali ini lagu campursari koplo dinyanyikan di momen Upacara HUT Ke-77 RI.

Baca juga: Farel Prayoga Nyanyi Ojo Dibandingke di Istana, Pejabat-Artis Joget

Berikut lirik dan makna lagu Ojo Dibandingke ciptaan Abah Lala secara lengkap

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke (orang seperti ini kok dibanding-bandingkan)

Saing-saingke ya mesti kalah (disaing-saingkan ya pasti kalah)

Tak oyako aku ya ora mampu (walaupun ku kejar aku ya tidak akan mampu)

Mung sak kuatku mencintaimu (hanya sekuatku mencintaimu)

Baca juga: Nyanyi di Istana, Farel Prayoga Bikin Jokowi Senyum-Prabowo Joget

Ku berharap engkau mengerti

Di hati ini hanya ada kamu

Jelas bedo yen dibandingke (jelas beda bila dibandingkan)

Ora ana sing tak pamerke (tidak ada yang ku pamerkan)

Aku raiso yen kon gawe gawe (aku tidak bisa bila harus mengada-ada)

Baca juga: Abah Lala, Si Cendhol Dhawet yang Peduli Seni Tradisi Boyolali

Jujur sak anane (jujur seadanya)

Sapa wonge sing ra loro ati (siapa orangnya yang tidak sakit hati)

Wes ngancani tekan semene (sudah menemani sampai di sini)

Nanging kabeh ora ana artine (tapi semua tidak ada artinya)

Ra ana ajine (tidak ada harganya)

Baca juga: Abah Lala Tampil di CFD Boyolali, Ini Lagu Pertama yang Dinyanyikan

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke (orang seperti ini kok dibanding-bandingkan)

Saing-saingke ya mesti kalah (disaing-saingkan ya pasti kalah)

Tak oyako aku ya ora mampu (walaupun ku kejar aku ya tidak akan mampu)

Mung sak kuatku mencintaimu (hanya sekuatku mencintaimu)

Ku berharap engkau mengerti

Baca juga: Ada Penampilan Abah Lala, CFD Boyolali Jadi Lautan Manusia

Di hati ini hanya ada kamu

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kapolda Jateng Sebut Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo Diduga karena Kelalaian

      Ledakan di Asrama Brimob Arumbara di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang, cukup keras hingga mengakibatkan jendela rumah bergetar.

      Hore! Yaspim Darussalam Resmikan Rumah Qur’an di Jimbung Klaten

      Yayasan Peduli Anak Yatim (Yaspim) Darussalam meresmikan Rumah Qur’an yang berlokasi di Dukuh Peren, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Minggu (25/9/2022).

      Warga Tercebur Sumur di Klaten Selamat, Netizen: Terima Kasih Orang Baik!

      Evakuasi warga Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen yang tercebur sumur, Minggu (25/9/2022) pukul 14.40 WIB berlangsung lancar.

      Rumah di Gesi Sragen Terbakar Saat Ditinggal Kondangan, Kerugian Rp120 Juta

      Kebakaran di rumah Nur Solihin, 52, warga Dukuh Grengseng Poleng, RT 004, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Minggu (25/9/2022), menyebabkan kerugian materiel mencapai Rp120 juta.

      Ditabrak Mobil di Jl. Solo-Jogja, Bocah Asal Tegalgondo Klaten Meninggal Dunia

      Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda kayuh dan mobil terjadi di ruas jalan raya Solo-Jogja, Desa Wadunggetas, Kecamatan Wonosari, Minggu (25/9/2022) siang.

      Kronologi Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Jendela Rumah sampai Bergetar

      Ledakan di Asrama Brimob Arumbara di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang, cukup keras hingga mengakibatkan jendela rumah bergetar.

      Bum! Ada Ledakan di Asrama Brimob Telukan Grogol Sukoharjo, 1 Polisi Terluka

      Satu orang terluka akibat ledakan di Asrama Brimob Arumbara di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang.

      Tanah Tiba-Tiba Ambles, Warga Mayungan Klaten Terperosok ke Dasar Sumur

      Sukisno, 79, warga Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen berhasil diselamatkan tim gabungan setelah tercebur sumur sedalam 13 meter, Minggu (25/9/2022).

      Menelisik Rantai Bisnis Perdagangan Anjing di Solo sampai Jadi Rica-Rica Gukguk

      Rantai bisnis perdagangan anjing di Kota Solo, mulai dari pengiriman sampai menjadi rica-rica gukguk yang tersaji di meja warung, berlangsung senyap dan cepat.

      Munculnya Hutan Kamboja di Klaten Ternyata Berawal dari Ketidaksengajaan

      Kabupaten Klaten dinilai banyak menyimpan wisata hits di kalangan anak muda.

      Rumah Warga Gesi Sragen Ludes Terbakar Saat Ditinggal Kondangan

      Rumah milik Nur Solihin, 52, warga Dukuh Grengseng Poleng, RT 004, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, ludes terbakar saat ditinggal kondangan pada Minggu (25/9/2022).

      Harga Cabai dan Telur Turun, Pasar Tradisional di Klaten Malah Sepi Pembeli

      Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar darurat Pasar Gede Klaten relatif stabil dan ada yang turun.

      7 Pasangan Bercerai di Sragen Setiap Hari, Salah Satu Penyebabnya Kawin Paksa

      Pengadilan Agama (PA) Sragen menerima 2.740 perkara perceraian selama kurun waktu satu tahun pada 2021. Lebih dari separuhnya atau 62,19% merupakan perkara cerai gugat.

      Besok Jembatan Mojo dan Jurug B Sama-Sama Ditutup, Dishub Solo: Naik KRL Saja

      Dishub Solo menyarankan warga yang tidak ingin terjebak macet untuk beralih menggunakan KRL commuterline Solo-Jogja-Palur selama Jembatan Jurug B-Mojo ditutup.

      Unik! Wisata Spiritual Bernuansa Jepang di Museum Sewu Rai Wonogiri

      Museum di Wonogiri ini menyuguhkan hal yang berbeda dengan museum lainnya, yaitu di dalam museum terdapat wisata spiritual.

      HUT Ke-17 Himpaudi Klaten, 1.200 Peserta Ikuti Senam Kolosal dan Pentas Seni

      Sebanyak 1.200 peserta mengikuti senam kolosal dan pentas seni di Lapangan Taman Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten, Sabtu (24/9/2022).