Kategori: Sragen

Bikin Bangga! SMPN 2 Kalijambe Sragen Raih Predikat Sekolah Adiwiyata


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN — Di tengah keprihatinan akan pandemi Covid-19, SMPN 2 Kalijambe, Kabupaten Sragen menorehkan prestasi yang cukup membanggakan di tingkat Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng No. 6601/2012 tertanggal 7 September 2020, SMP di ujung barat Kabupaten Sragen itu berhasil meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata. Ini adalah prestasi pertama di tingkat provinsi yang berhasil diraih selama sekolah itu berdiri.

Sumbangan Duka Pemakaman Anak Dipakai Pesta Bugil, Ibu Muda Ditahan

Kepala SMP Negeri 2 Kalijambe, Tukimin, mengatakan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata diberikan pada Selasa (8/9/2020). Lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, penghargaan disampaikan secara live streaming di saluran Youtube milik DLHK Jateng.

"Sekolah ini milik bersama. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan prestasi. Jika selama ini sekolah dikenal sebagai pelanggan juara lomba kreativitas siswa, kini prestasi hasil kolaborasi ternyata tak kalah bagusnya," ujarnya kepada Solopos.com.

Tukimin menjelaskan penilaian hingga SMPN 2 Kalijambe Sragen menjadi Sekolah Adiwiyata sangat rumit dan kompleks. Semua komponen memerlukan perhatian yang tidak boleh disepelekan.

Warga Karanganom Positif Covid-19, Jumlah Kasus di Klaten Mencapai 461

Ada komponen keindahan, kebersihan, kelengkapan, ramah lingkungan, inovasi dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan waktu, kerja sama, dan biaya yang tidak sedikit.

Sejak lolos penilaian di tingkat Kabupaten Sragen, Tukimin mengajak guru dan siswa segera membenahi unsur penilaian yang masih kurang. Komite sekolah diajak untuk turut berkontribusi ketika ada kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi.

"Berkat kesadaran bersama, akhirnya perjuangan itu berbuah manis. Namun, kita kini justru bertambah tanggung jawabnya, yaitu merawat prestasi ini. Ada ungkapan, meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan" tuturnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra