Big Match Liga Inggris: MU Rawan Jebol, Liverpool Masih Terpuruk
Paul Pogba dari Manchester United dan Mohamed Salah dari Liverpool. (Twitter/@spherasports)

Solopos.com, LIVERPOOL – Big match segera tersaji di Liga Inggris kala Manchester United bertandang ke markas Liverpool akhir pekan ini. Kedua tim sama-sama berada dalam kondisi yang kurang ideal.

Sebagai tuan rumah, Liverpool memang lebih diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan. Namun, untuk mewujudkan itu bukan perkara bagi sang juara bertahan Liga Inggris. The Reds tengah dihantam badai cedera, terutama di sektor pertahanan.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, bahkan terpaksa harus menjadikan Jordan Henderson dan Fabinho sebagai bek tengah. Padahal, posisi mereka adalah gelandang.

Athletic Bilbao akan Bertemu Barca Setelah Depak Real Madrid di Piala Super

Selain dilanda badai cedera, pemain Liverpool juga dilanda kelelahan fisik karena minimnya pilihan yang tersedia, mengingat banyak penggawa mereka yang harus masuk ruang perawatan. Dengan kondisi yang tak begitu maksimal, Manchester United dapat memanfaatkan kerapuhan Liverpool untuk mendulang kemenangan.

“Liverpool dalam kondisi rapuh dan bukan dalam performa terbaik. Ini karena kelelahan fisik dan mental karena skuad diregangkan dengan banyak cedera,” ujar mantan bintang Liverpool, Jason McAteer, melansir dari Okezone, Jumat (15/1/2021).

Setan Merah Lagi Goyah

Kendati demikian, kondisi Manchester United juga tak dalam performa yang benar-benar baik. Walaupun saat ini Setan Merah memuncaki klasemen sementara dan telah menjalani 11 pertandingan terakhir tanpa kekalahan di liga, mereka juga punya kelemahan.

Juventus Singkirkan Genoa dari Piala Italia dengan Perpanjangan Waktu

Gawang Manchester United dinilai rentan kebobolan. Di antara 11 tim teratas yang menempati klasemen Liga Inggris, skuat besutan Ole Gunnar Solksjaer ini yang berada di puncak ini justru yang paling banyak kebobolan. Yakni 24 kali. Di sisi lain Liverpool adalah tim paling produktif sejauh ini di liga.

“Satu hal yang membuat saya khawatir tentang Manchester United adalah meskipun mereka tidak memiliki tim terbaik atau skuad yang hebat, secara defensif mereka sangat rentan,” jelas McAteer.

“Mereka memiliki rekor pertahanan terburuk dari 11 tim teratas, kebobolan 24 gol. Mereka sedang menggapai hasil, mirip dengan kemenangan di Burnley pada Selasa malam yang menjadi pertanda baik bagi mereka,” pungkasnya.

Pulih dari Cedera, Neymar Antarkan PSG Juara Piala Super Prancis

Sementara itu, legenda Manchester United, Andy Cole, juga mengaku tak yakin MU bisa menang atas tuan rumah. Menurutnya, keunggulan tiga poin atas Liverpool bukanlah suatu pertanda bahwa The Red Devils bakal bisa memenangi liga musim ini.

“Bisakah Manchester United memenani liga musim ini? Mungkin tidak. Saya pikir bagi Manchester United untuk menjadi yang teratas pada 12 Januari, seperti yang dikatakan Ole, adalah pencapaian yang fantastis mengingat di mana mereka berada beberapa bulan yang lalu,” ujar Cole kepada TalkSport.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom