Solopos.com, SOLO -- Meski sudah tidak menyandang Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), ternyata dua SMA eks-RSBI berencana menarik Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) dan Sumbangan Pengembangan Sekolah (SPS) di atas standar. Meski begitu, keduanya masih menanti izin Wali Kota Solo.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Unggul Sudarmo, mengatakan untuk sementara, standar besaran SPP SMA/sederajat Kota Solo Rp200.000 per siswa. Kedua sekolah yang dimaksud mengajukan SPP di atas standar adalah SMAN 1 dan SMAN 3.

Keduanya sudah melengkapi persyaratan pengajuan kenaikan SPP kepada pihaknya. Telaah peruntukan SPP pun, lanjut Unggul, juga sudah dilakukan.

"Besarnya SPP yang diusulkan kedua sekolah Rp300.000 per siswa. Saat kedua sekolah masih berstatus RSBI, besarnya SPP Rp350.000 per siswa. Pengajuan kedua sekolah sudah kami teruskan kepada Wali Kota Solo," paparnya ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2013).

Selain SPP, kedua sekolah juga mengajukan SPS di atas standar Rp2 juta. Menurut Unggul, SPS yang diajukan dua SMA masing-masing Rp3,5 juta per anak. Ketika berstatus RSBI, SPS kedua sekolah mencapai Rp5 juta per siswa.

Unggul menambahkan, satu SMAN lain yang bukan eks-RSBI, yakni SMAN 7 juga mengajukan SPS di atas standar, yakni Rp2,5 juta. Karena sekolah sedang membangun gedung baru, nilai pengajuan sekolah tersebut sama dengan yang diteruskan kepada Wali Kota.

"Besarnya SPS yang kami ajukan kepada Wali Kota untuk dua sekolah eks-RSBI adalah Rp3 juta. Hasil itu diperoleh setelah kami menelaah  kembali kebutuhan sekolah dan ada yang bisa dihemat. Seluruh pengajuan, baik SPP dan SPS, menantikan keputusan Wali Kota Solo," imbuh Unggul.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Solo, HM Thoyibun, membenarkan jika sekolahnya mengajukan SPP dan SPS di atas standar. Namun, pengajuan tersebut berdasarkan pertimbangan beberapa program pendukung kegiatan akademik dan nonakademik yang sudah berjalan sejak masih berstatus RSBI.
Beberapa kegiatan pendukung, meliputi bimbingan kebahasaan kepada siswa, sistem IT sekolah, pembiayaan koneksi internet gratis untuk pembelajaran serta biaya mengikuti perlombaan tingkat lokal hingga nasional.

Orangtua siswa, khususnya kelas XI dan kelas XII, menyatakan tidak keberatan dengan besaran SPP dan SPS. Mereka meminta agar sekolah tidak mengurangi fasilitas pembelajaran meski sudah tidak berstatus RSBI.

"Jika biaya sekolah masih sama dengan tahun lalu, orangtua siswa sebenarnya tidak mempermasalahkan. Sementara bagi orangtua siswa kelas X, rapat biaya sekolah belum dilaksanakan," terang Thoyibun saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu pagi.

Sementara itu, SMAN 4 yang sebelumnya sempat mengajukan kenaikan SPS, tidak jadi menempuh opsi tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten