Kategori: Sragen

Biaya Pengobatan 261.415 Warga Sragen Dikaver Kartu Saraswati


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 261.415 warga yang terbagi 85.479 keluarga di Kabupaten Sragen mengakses layanan kesehatan dengan biaya yang dikaver oleh Kartu Saraswati.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen, Kamis (3/12/2020), sebanyak 261.415 warga itu berasal dari 20 kecamatan di Sragen.

Warga yang mendapat Kartu Saraswati paling banyak berasal dari Kecamatan Sumberlawang dengan 21.126 jiwa dari 6.744 keluarga.

Disusul Kecamatan Tanon dengan 20.925 jiwa dengan 7.006 keluarga, Kalijambe dengan 15.907 jiwa dari 5.217 keluarga, Plupuh dengan 15.601 jiwa dari 5.577 keluarga.

Pasien Asimtomatik Covid-19 di Technopark Sragen Tetap Bisa Nyoblos Pilkada

Sementara jumlah warga Kecamatan Sragen yang mendapat Kartu Saraswati paling sedikit yakni 6.509 jiwa dari 2.255 keluarga.

Kartu Sarawati terbagi tiga jenis yakni Melati, Menur dan Kenanga. Kartu Saraswati Melati dan Saraswati Menur ditujukan kepada warga miskin. Sedangkan Kartu Saraswati Kenanga ditujukan bagi warga mampu yang belum memiliki asuransi.

Pelayanan Gratis di Puskesmas

Pemkab Sragen menerapkan kebijakan pelayanan gratis di seluruh puskesmas di Sragen bagi pemilik semua jenis Kartu Saraswati.

Pemilik Kartu Saraswati Melati dan Menur berhak mengakses layanan gawat darurat, rawat jalan atau inap di Kelas III di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, RSUD dr. Soeratno Gemolong dan sejumlah rumah sakit rujukan yakni RSUD dr. Moewardi Solo, RS dr. Sarjito Jogja, RS dr. Kariadi Semarang, RS Orthopedi dr. Soerharso Solo dan RSJD Solo.

Jika Menang Pilkada, Begini Cara Mbak Yuni Perbaiki Jalan Antardesa di Sragen

Rumah sakit rujukan tersebut telah bekerja sama dengan Pemkab Sragen sehingga bisa memberikan pembatasan biaya kepada pemegang Kartu Saraswati.

Layanan kesehatan lain yang tercover Kartu Saraswati antara lain kemoterapi, radioterapi, pelayanan darah dan ambulans gratis. Pemilik

Kartu Saraswati Kenangan akan mendapatkan bantuan biaya rawat inap di Kelas III RSUD dr. Soehadi Prijonegoro dan RSUD dr. Soeratno Gemolong sebesar Rp250.000 maksimal dua kali dalam setahun.

Adapun biaya layanan kesehatan yang bisa diakses dengan Kartu Saraswati itu berasal dari program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dianggarkan Pemkab Sragen tiap tahun.

Ada Aplikasi Sinau, Pelayanan Angkutan Umum di Sragen Jadi Mudah

Pemkab Sragen terus meningkatkan anggaran program Jamkesda dalam lima tahun terakhir. Pada 2020 ada peningkatan anggaran Jamkesda yang cukup signifikan.

Anggaran Jamkesda pada tahun ini tergolong paling tinggi sejak program layanan kesehatan bagi warga miskin ini diluncurkan yakni sebesar Rp30,5 miliar.

Membayar Premi

Sebanyak Rp23 miliar di antaranya digunakan untuk membayar premi 55.662 peserta BPJS Kesehatan dan Rp7,5 miliar digunakan untuk pelayanan kesehatan pemegang Kartu Saraswati.

“Hingga kini, realisasi anggaran Jamkesda pada 2020 baru Rp15,2 miliar untuk premi BPJS Kesehatan dan Rp4,4 miliar untuk layanan Saraswati. Jumlah realisasinya masih bisa bertambah hingga akhir tahun,” terang Sekretaris DKK Sragen, Fanny Fandani.

Meski anggaran Jamkesda dikelola oleh DKK, warga penerima manfaat dari Jamkesda ditentukan oleh UPTPK Sragen.

“Ada proses verifikasi data penerima manfaat Jamkesda yang dilakukan oleh UPTPK bekerja sama dengan Dinas Sosial. Kami di DKK hanya mengelola anggaran,” ujar Fanny.

Cegah Penularan Corona, Tahlilan di Tenggak Sragen Cukup Diikuti Keluarga

Jamkesda diperuntukkan keluarga miskin yang tercecer dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Dalam hal ini, UPTPK bertugas menyurvei lapangan terkait pengajuan peserta calon penerima manfaat dari Jamkesda.

“Bagi warga miskin yang belum masuk DTKS, akan ditangani oleh UPTPK. Tugas kami adalah melakukan verifikasi dan validasi dengan survei ke lapangan guna memastikan apakah warga itu layak menerima manfaat dari Kartu Saraswati,” terang Kepala UPTPK Sragen, Nunuk Sri Rejeki.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati