Biaya Kremasi di Pekalongan Naik Hampir 100%

Yayasan Gotong Royong Pekalongan menaikkan biaya kremasi dari yang semula Rp4 juta menjadi Rp7 juta.

 Petugas kremasi di Krematorium Yayasan Gotong Royong (Instagram@beritapekalongan1)

SOLOPOS.COM - Petugas kremasi di Krematorium Yayasan Gotong Royong (Instagram@beritapekalongan1)

Solopos.com, PEKALONGAN – Saat masa pandemi ini, Yayasan Gotong Royong Pekalongan justru menaikkan biaya kremasi dari yang semula Rp4 juta menjadi Rp7 juta. Kenaikan ini pun menyentuh hampir 100 persen.

Dibagikan melalui akun Instagram @beritapekalongan1, Minggu (25/7/2021), kejadian ini bermula saat Lioe Siao Ing, warga Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan yang meninggal di panti wreda pada 22 Juli 2021 lalu.

Oleh pengurus panti, jenazah korban hendak dikremasikan di Krematorium Gotong Royong Pekalongan. Namun, pengurus panti sempat kaget karena biaya kremasi naik secara mendadak.

Baca Juga : Pengusaha Restoran di Pekalongan Ini Suplai Makanan untuk Warga Isoman

Pengurus Pelaksana, Bambang Haryanto didampingi Ketua 1 Yayasan Gotong Royong, Tofan Asiyanto menjelaskan, kenaikan biaya ini terpaksa dilakukan karena untuk mencukupi biaya operasional. Biaya itu termasuk pembelian Solar hingga Rp2 juta, membayar tenaga kerja dan tenaga lepas saat prosesi kremasi.

Bahkan selama 10 tahun terakhir, biaya kremasi di Krematorium Pekalongan belum pernah dinaikkan untuk menyesuaikan biaya operasional tersebut. Pihak yayasan sendiri pun mengalami defisit. Setelah dilakukan sampling di beberapa wilayah, biaya kremasi di Pekalongan sangatlah rendah, sehingga perlu dilakukan penyesuaian.

Baca Juga : Soto Tauto Pekalongan, Wujud Akulturasi Budaya Lokal dan Tiongkok

Bambang menambahkan, pihak yayasan tidak mencari keuntungan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pihak yayasan juga akan menggratiskan bagi keluarga yang tidak mampu. Postingan tersebut pun menuai beberapa komentar dari netizen, “Kalo untuk panti jompo atau keluarga miskin ya tolonglah digratiskan… elu (kamu) berbuat baik kan bisa dikenang org (orang),” ujar akun @uglyc0y0te

“Kata pengganti untuk kenaikan harga adalah penyesuaian harga/harga yang disesuaikan. Klo sudah naik ya ga mungkin turun,” ujar akun @fajar.w.12. ada pula ungkapan “Solar 2 juta ????” kata akun @gus_saliim

Berita Terkait

Berita Terkini

Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

Sakti! Bakul Gorengan di Magelang Ini Balik Masakannya Dengan Tangan

Seirabg penjual gorengan di Magelang mendadak viral setelah aksinya membalik masakannya dengan tangan kosong.

Baznas Banjarnegara Kembali Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Rp773 Juta

Pada penyaluran dana kali ini untuk bantuan fakir miskin, menyasar 58 desa yang masuk kategori tertinggal. Per desa dipilih 10 orang sehingga total 580 orang.

KA Kedungsepur dan KA Lokal Cepu Beroperasi Lagi, Ini Syarat Naiknya…

Beroperasinya KA Kedungsepur dan KA Ekonomi Lokal Cepu itu setelah mendapat izin dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).

Kebakaran Kandang Ayam di Tegowanu Grobogan, 20.000 Ayam Terpanggang

Kebakaran kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terjadi Rabu (22/9/2021).

Ketan Pencok, Berawal dari Coba-Coba hingga Jadi Ikon Kuliner Brebes

Ketan pencok merupakan makanan yang menjadi oleh-oleh khas Brebes saat melewati jalur tengah Jawa Tengah atau jalur Tegal-Purwokerto.

Vaksinasi Covid-19 di Jateng Dipercepat, Sepekan 1,6 Juta Orang Disuntik

Program vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah terus ditingkatkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunal.

Muncul Klaster PTM di Purbalingga, Gubernur Ganjar Minta Semua Sekolah Lakukan Tes Acak

Gubernur Jateng meminta Bupati Purbalingga menyetop seluruh PTM menyusul adanya 90 siswa yang positif terpapar Covid-19.

Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Petambak ikan di wilayah pantura Jateng mengalami masa-masa sulit karena hasil produksi menurun dan pasar tak pasti, namun harga pakan terus meningkat.

Ternyata, Cakupan Vaksinasi Jateng Terendah di Pulau Jawa

Vaksinasi dosis I di Jateng baru mencakup 10.290.626 orang, atau sekitar 35,82% dari total sasaran 28.727.805 orang.

Waduh, 6,5 Juta Penduduk di Jateng Belum Jadi Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berinovasi dengan menyediakan layanan secara online. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN.

Seleksi Bintara TNI AD Kodam IV Diponegoro Sisakan 238 Pendaftar

Ratusan pendaftar calon bintara PK TNI AD menjalani pantukhir di Aula Jenderal Sudirman Rindam IV Diponegoro, Magelang.

69 Orang Terkonfirmasi Covid-19, Klaster PTM di Jateng?

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah memunculkan klaster Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng).

Nikmatnya Sate Bumbon Khas Kendal, Bumbu Rempahnya Nampol Lur!

Kuliner khas Kedal sate bumbon mirip dengan sate maranggi, hanya saja kekuatan rasanya adalah manis dan gurih.

Duh, Vaksinasi 4 Daerah di Jateng Ini Masih Lemot

Empat daerah disebut Gubernur Ganjar Pranowo capaian vaksinasinya masih di bawah daerah lain di Jateng.

Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Begini profil Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai George Clooney dengan kearifan lokal.