Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta, Minggu (23/6/2019). (Antara-Dhemas Reviyanto)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku merasa aneh jika pembongkaran instalasi bambu Getah Getih dipersoalkan. Bahkan, instalasi bambu yang tidak permanen itu dipersoalkan sampai ke biaya pembuatannya yang mencapai Rp550 juta.

Anies mengklaim duit proyek Instalasi Bambu Getah Getih dirasakan pengrajin bambu dan penjual bambu lokal. Anies mengatakan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta ingin mengembangkan tradisi dan karya seni asal Indonesia.

"Kemarin sempat diramein tuh bambu. Bambu itu impor atau lokal? Lokal, ini adalah material yang sangat dekat dengan ke-Indonesiaan kita karena itu ketika kita mau membuat instalasi kita pilih instalasi bambu, supaya apa? Supaya anggaranya diterima oleh para pengrajin bambu, para petani bambu, para tukang yang terkait kegiatan bambu," kata Anies dilansir Suara.com.

Hal itu dijelaskan Anies dalam acara Festival Lebaran Betawi ke-12 di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019). Anies mengatakan pembuatan karya seni instalasi berbahan baku bambu itu semata-mata untuk mensejahterakan para pengrajin dan petani bambu.

Anies mengatakan hal semacam itu kerap dianggap remeh. Padahal, kata dia, fungsi pemerintah seharusnya yakni turun mendorong dan mensejahterakan tumbuh serta kembangnya perekonomian rakyat kecil.

"Seringkali kita anggap remeh, padahal justru fungsi pemerintah adalah membesarkan yang kecil, mendorong untuk mereka tumbuh berkembang. Izinkan tempat ini menjadi tempat berkembangnya perekonomian rakyat kebanyakan," ujarnya.

Meski banjir kritik, Anies Baswedan mengatakan ke depannya Pemprov DKI Jakarta akan lebih banyak lagi menyajikan karya-karya seni dari Indonesia.

"Insya Allah nanti ke depan akan lebih banyak lagi karya-karya seni dari Jakarta dan seluruh Indonesia tampil di ibu kita ini. Kota ini harus menjadi kota milik semuanya," tandasnya.

Rp550 Juta

Terkait biaya pembuatan, seniman pembuat instalasi bambu Getih Getah—yang baru dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta setelah dipajang 11 bulan—itu menyebut biaya produksi patung tersebut tidak sampai Rp300 juta. Namun Anies Baswedan menyatakan harga keseluruhannya mencapai Rp550 juta.

Anies mengatakan, akan memeriksa lagi biaya lainnya yang membuat total harga menjadi Rp550 juta. Namun menurutnya harganya sesuai dengan yang sudah ia sampaikan pada saat peresmian instalasi Getah Getah.

"Nanti dicek lagi. Tapi setahu saya harganya sama segitu," ujar Anies di Balai Kota, Jumat (19/7/2019).

Padahal kreator getih getah Joko Avianto mengatakan biaya produksi untuk karya seninya itu tidak mencapai Rp300 juta. Menurut Joko, kisaran biaya yang dia ketahui hanya biaya produksi. Dia tidak tahu apakah rincian pengeluaran seluruhnya mencapai Rp550 juta itu sesuai yang disebutkan Anies Baswedan atau tidak.

"Saya lupa, yang jelas enggak sampai Rp 300 (juta) itu enggak sampai. Ya enggak sampai," ujar Joko saat dihubungi Suara.com, Kamis (19/7/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten