Biar Uangnya Aman dari Tuyul, Pedagang Pasar Gentongan Klaten Pakai Trik Ini
Pedagang martabak, Rojiun, dan gerobak martabaknya di kawasan Pasar Gentongan, Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jumat (15/1/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah pedagang di Pasar Gentongan, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, mengaku memiliki kiat tersendiri agar uangnya aman dari jarahan tuyul. Hal itu dilakukan karena kejadian raibnya duit secara misterius hingga kini masih sering dialami para pedagang di pasar setempat.

Sebagaimana diketahui, Pasar Gentongan di era 1980-an dikenal sebagai pasar tuyul. Alasan dijuluki pasar tuyul itu karena banyak pedagang yang sering kehilangan duit secara misterius.

Para pedagang meyakini duit mereka telah dicuri oleh sesuatu yang tidak dapat terlihat, yakni tuyul.

Pasar Gentongan Klaten Dulu Dijuluki Pasar Tuyul, Ini Kisahnya

“Dari pengalaman yang ada, lama-lama saya dikasih tahu orang yang paham untuk menyiasati agar uang saya tidak gampang raib atau diambil tuyul. Kata orang, saya disuruh menaruh kaca atau cermin di tempat saya menyimpan duit,” kata salah seorang pedagang martabak di depan Pasar Gentongan, Rojiun, saat ditemui Solopos.com, Jumat (15/1/2021).

“Kebetulan, saya sering menyimpan duit di laci gerobak martabak saya. Hasilnya, akhir-akhir ini saya sudah tak mengalami kehilangan duit di tempat usaha. Tapi saat di rumah, masih mengalaminya,” tambah dia.

Untuk diketahui, tempat tinggal Rojiun tak jauh dari Pasar Gentongan.

Dilema Petani Boyolali Rebutan Panenan Jagung dengan Kera Gunung

Beda Rojiun, beda pula Prabowo yang memiliki usaha penggilingan daging di kawasan Pasar Gentongan, Gemblegan, Kalikotes. Pria berusia 34 tahun itu tak memiliki kiat khusus saat menyimpan uang hasil usahanya agar tak hilang secara misterius atau tidak diambil tuyul.

Menyimpan di Bank

Prabowo sendiri pernah mengalami kejadian uangnya senilai Rp400.000 secara misterius. Uang ratusan ribu itu diduga dicuri tuyul.

“Kalau saya tak ada trik khusus. Yang penting ditaruh di tempat yang aman. Selain itu, salat sing mempeng [rajin],” katanya.

Waduh, Mahasiswi Cantik di Mamuju Tertabrak Motor Gara-Gara Panik Ada Gempa

Warga di Gentongan lainnya, Wulandari, mengaku memilih menyimpan sebagian besar uangnya di bank. Hal itu dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan ditaruh di rumah.

“Uang yang jumlahnya besar saya simpan di bank. Kalau di rumah, yang jumlahnya kecil saja. Uang yang di rumah itu cukup saya kareti agar tak diambil inthuk alias tuyul,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom