Biar Jera! DPRD Wonogiri Minta Perahu Pengguna Branjang di WGM Ditenggelamkan

DPRD Wonogiri menyebut penggunaan branjang dan jaring keruk di Waduk Gajah Mungkur (WGM) dapat diberantas dengan razia dan penindakan tegas terhadap pelaku.

 DPRD Wonogiri menggelar rapat dengar dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri membahas penggunaan jaring keruk dan branjang di Waduk Gajah Mungkur (WGM), Selasa (20/9/2022). DPRD Wonogiri mendesak Pemkab wonogiri mengadakan razia jaring keruk dan branjang di WGM. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - DPRD Wonogiri menggelar rapat dengar dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri membahas penggunaan jaring keruk dan branjang di Waduk Gajah Mungkur (WGM), Selasa (20/9/2022). DPRD Wonogiri mendesak Pemkab wonogiri mengadakan razia jaring keruk dan branjang di WGM. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — DPRD Wonogiri menyebut penggunaan branjang dan jaring keruk di Waduk Gajah Mungkur (WGM) dapat diberantas dengan razia dan penindakan tegas terhadap pelaku. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri belum akan ambil tindakan hukum terhadap pelaku tersebut.

Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, mendesak Pemkab Wonogiri melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menggelar razia jaring keruk dan branjang di WGM Wonogiri. Sriyono menilai razia merupakan tindakan paling efektif memberantas jaring keruk dan branjang yang dapat merusak sumber daya ikan di WGM. 

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pernyataan itu dilontarkan Sriyono saat rapat dengar DPRD Wonogiri dengan Dislapernak dan sejumlah OPD Wonogiri di Graha Paripurna DPRD Wonogiri, Selasa (20/9/2022). DPRD menggelar rapat dengar tersebut lantaran mendapat laporan dari sejumlah masyarakat yang mengaku resah dengan penggunaan branjang dan jaring keruk.

“Kalau memang regulasinya ada, jelas, dan sepakat, dasarnya sudah kuat, ya razia saja. Kalau perlu, tenggelamkan perahu pelaku seperti Bu Susi [mantan Menteri Kelautan dan Perikanan] itu. Itu kalau regulasinya ada, membolehkan razia. Kalau tidak ada dasarnya, ya nanti malah anda yang menyalahi aturan,” kata Sriyono menanggapi Dislapernak saat memaparkan regulasi tentang penangkapan ikan di perairan umum, Selasa. 

Menurut Sriyono, permasalahan penggunaan jaring keruk dan branjang yang kini marak di WGM Wonogiri itu tidak dapat diselesaikan dengan sosialisasi saja. Hal itu sudah dilakukan terus menerus. Bahkan sampai Bupati Wonogiri turun tangan tetapi hasilnya tidak optimal. 

Baca Juga: DPRD Wonogiri Minta Tindak Tegas Pengguna Jaring Keruk dan Branjang di WGM

“Kalau sosialisasi saja dari Dislapernak, itu tidak cukup. Bupati sudah pernah melakukan itu. Bukan maksud kami merendahkan, pengaruh Bupati dan Dislapernak lebih besar mana? Bupati. Makanya sosialisasi itu tidak cukup,” kata dia.

Kepala Dislapernak Wonogiri, Sutardi, menyampaikan penangkapan ikan dengan menggunakan branjang yang notabene merupakan jaring angkat atau liftnet sudah jelas dilarang. Hal itu tertuang di peraturan daerah No. 9/2003 tentang Retribusi Izin Usaha Usaha Wilayah Perikanan di Waduk Serbaguna Gajah Mungkur.

Dasar pelarangan penggunaan jaring keruk dan branjang juga termaktub dalam peraturan pemerintah (PP) No. 27/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan. Di pasal 71 ayat 1 disebutkan penangkapan ikan berbasis budi daya dilakukan dengan memperhatikan umur ikan, metode penangkapan, dan kearifan lokal. 

Di pasal 71 ayat 3 dijelaskan metode penangkapan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 harus memenuhi tiga kriteria, yaitu tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan pencemaran, dan tidak memutus siklus reproduksi ikan. 

Baca Juga: Rusak Populasi Ikan, DPRD Wonogiri Soroti Penggunaan Branjang di WGM

“PP ini bisa menjadi dasar kami menindak atau melakukan razia karena usaha perikanan di WGM itu perikanan budi daya. Bukan seperti di laut. Sebab, setiap tahun, di WGM ada penebaran bibit ikan, baik dari nelayan, corporate social responsibility, atau dinas sendiri untuk menjaga ekosistem perikanan di WGM. Jadi itu basisnya budi daya,” jelas Sutardi kepada wartawan. 

Menyoal desakan DPRD Wonogiri merazia penggunaan jaring branjang dan keruk, hal itu tidak dapat langsung dijawab Dislapernak. Dislapernak meminta hal itu didiskusikan terlebih dulu dengan OPD lain dan meminta saran kepada Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Meski begitu, Sutardi mengakui jika tindakan paling efektif memberantas penggunaan jaring keruk dan branjang adalah dengan mengadakan razia.

 “Tapi jujur saja, kalau penggunaan jaring keruk itu saya belum pernah melihat. Kalau branjang memang banyak di WGM,” ujar dia.

Baca Juga: Nelayan dan Pemancing di WGM Wonogiri Minta Pengguna Branjang Ditindak Tegas

Selama ini tindakan razia dilakukan tiga kali setahun. Namun demikian, tindakan razia itu hanya menyita branjang-branjang yang berada di WGM. Namun, dia tidak memungkiri jika tindakan tersebut tidak menimbulkan efek jera kepada pelaku. 

“Pernah suatu kali kami menangkap pelaku dan dibawa ke kantor polisi. Tapi di sana hanya pembinaan. Kami kalau mau memidanakan juga bingung. Kalau pidana, kami tidak tahu persis ya. Kalau sudah masalah hukum itu bukan wewenang kami” imbuhnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.