Biar Enggak Tertukar, Hewan Ternak di Selo Boyolali Dikasih Label
Hewan ternak di Dusun Sumber, Desa Klakah, Selo, Boyolali, diberi label, Senin (18/1/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pendataan dan pelabelan hewan ternak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Merapi Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai dilakukan Senin (18/1/2021).

Kegiatan pelabelan hewan ternak di Selo dilakukan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu warga harus dievakuasi berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi.

Kegiatan pelabelan Senin siang dimulai di Desa Klakah, tepatnya Dusun Sumber. Tim yang terlibat adalah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, aparat desa setempat, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Selo dan PMI.

Rumah Kadiyem di Dekat Hutan di Sragen Kembali Diterangi Listrik

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa Klakah, pemasangan neck tag atau tanda pengenal menyasar 300 ternak.

Ternak sebanyak itu tersebar di Dusun Sumber dan Dusun Bakalan, baik sapi maupun kambing.

"Ini adalah satu rangkaian di mana kami harus memberikan fasilitas penomoran kepada ternak dan melakukan pendataan. Tujuannya agar masyarakat aman nyaman ketika sewaktu-waktu diperlukan untuk evakuasi ternak, tidak khawatir hewannya nanti tertukar," kata dia kepada wartawan saat ditemui di Sumber, Senin.

Wilayah Musuk Boyolali Diselimuti Abu Merapi, Begini Penampakannya

Dia menjelaskan kegiatan tersebut bukan hanya melakukan penomoran dan penghitungan jumlah populasi, melainkan termasuk untuk mengetahui pemilik hewan ternak.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, setelah hewan ternak dipasangi penanda, hewan tersebut akan didata sesuai nomor yang tertera pada penanda tersebut.

Jumah Tag Sangat Terbatas

Selain di Desa Klakah, pelabelan juga akan dilakukan secara bertahap di desa lain. Diketahui, daerah yang masuk KRB III di Kecamatan Selo mencakup tiga desa, yakni Desa Jrakah, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele.

"Tapi karena jumlah tag masih sangat terbatas, kami memulai dari sini [Klakah] dulu," jelas dia.

Secara keseluruhan, Afiany menyebut ada sekitar 3.500 hewan ternak baik sapi maupun kambing yang ada di tiga desa itu. Sementara neck tag atau penanda baru tersedia sekitar 1.125 buah yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Kades Sekarsuli Klaten Meninggal, Pemakaman dengan Protokol Covid-19

Sedangkan mengenai rencana evakuasi hewan ternak, pihaknya masih menunggu arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali.

Kadus Sumber, Desa Klakah, Slamet, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sebelumnya, di wilayahnya terdapat 107 ekor sapi dan 14-15 ekor kambing.

"Terima kasih untuk Dinas Peternakan dan Perikanan yang telah memberikan fasilitas neck tag untuk hewan ternak. Kami berharap Gunung Merapi tetap aman terkendali," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom