BI Solo Fasilitasi Vaksinasi UMKM dan Pesantren

BI Solo menyukseskan program nasional vaksinasi Covid-19 melalui penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo),

Minggu, 15 Agustus 2021 - 20:26 WIB Penulis: Farida Trisnaningtyas Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo (kanan) dan Ketua Hippindo Solo, Liliek Setiawan, saat memantau vaksinasi Covid-19 di De Tjolomadoe, akhir pekan lalu.(Istimewa/KPw BI Solo)

Solopos.com, SOLO—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai upaya menyukseskan program nasional vaksinasi Covid-19 melalui penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di De Tjolomadoe, Karanganyar. Vaksinasi dosis berlangsung pada 17 Juli – 13 Agustus 2021.

Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan vaksinasi dosis kedua dimulai pada Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, vaksinasi ini menyasar pada pelaku ekonomi seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra BI Solo, klaster UMKM binaan BI Solo, dan pondok pesantren anggota Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Soloraya.

“BI bekerja sama dengan Hippindo mengadakan vaksinasi Covid-19 untuk mendorong pemulihan ekonomi. Mereka yang difasilitasi adalah mitra UMKM maupun klaster UMKM binaan, dan mereka yang tergabung dalam Hebitren. Ada sekitar 550 mitra,” ujar dia, kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Gelar Talk Show Merdeka Bertransportasi, Solopos akan Hadirkan Menhub Budi Karya Sumadi

Joko menjelaskan percepatan vaksinasi Covid-19 tersebut untuk semakin membuat para pelaku UMKM percaya diri. Pihaknya menyadari vaksinasi belum merata untuk semua wilayah, maka dari itu ini menjadi salah satu cara.

Di sisi lain, dengan adanya vaksinasi membuat aktivitas masyarakat semakin percaya diri. Terlebih setelah adanya Covid-19 varian delta membuat vaksinasi kian diminati masyarakat.

Hal ini lantaran terbukti mereka yang sudah tervaksin, jika terkena Covid-19 maka hanya bergejala ringan atau pun orang tanpa gejala (OTG) sehingga lekas sembuh.

“Meski begitu, protokol kesehatan jelas tidak boleh ditinggalkan,” imbuh dia.

Baca Juga: Jadi Korban PHK, Pasutri Klaten Ini Sekarang Sukses Pasarkan Wedang Uwuh Hingga Papua

Percepatan Pemulihan Ekonomi

Sementara itu, Ketua Hippindo Solo, Liliek Setiawan, menambahkan dukungan vaksinasi ini diharapkan memberikan daya dorong untuk percepatan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan Indonesia Sehat. “BI telah secara konkret membantu memobilasasi ekosistemnya dalam percepatan vaksinasi,” kata dia.

Pihaknya berharap kerja sama antara BI Solo dan Hippindo berlanjut ke jenjang berikutnya. Misalnya, mengenai dukungan terhadap program transaksi nontunai dan digital. Menurutnya, penggunaan uang kartal di masa pandemi cukup riskan.

“Penggunaan transaksi digital meminimalkan berbagai risiko, seperti uang palsu hingga salah pembukuan. Kami berharap adanya QRIS dari BI dapat digunakan bersama dan kami siap,” jelas dia.

Sebelumnya, PSBI merupakan salah satu dari sejumlah bantuan kepedulian BI Solo dalam upaya penanganan Covid-19 di Soloraya. Hal ini berupa bantuan tabung oksigen kepada rumah sakit dan Puskesmas, paket sembako dan alat protokol kesehatan kepada masyarakat terdampak Covid-19, serta alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan berbagai instansi.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif