BI Dorong Percepatan Ekonomi Nasional, Ini Caranya
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Harian Jogja-Reuters)

Solopos.com, SOLO—Bank Indonesia terus mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional dengan memperkuat sinergi membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19.

Sinergi yang dimaksud oleh semua pihak, yakni pemerintah (pusat dan daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan sektor keuangan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 sebagai kondisi prasyarat bagi pemulihan ekonomi nasional.

“Perlu ditekankan kembali episentrum permasalahan yang kita hadapi adalah pandemi Covid-19. Karenanya, kecepatan dan keberhasilan menangani pandemi Covid-19 adalah prasyarat agar dampak terhadap kesehatan dapat diminimalkan, mobilitas manusia dapat kembali berangsur normal, aktivitas perekonomian dan kondisi dunia usaha membaik, serta dampak rambatan ke sektor keuangan dan moneter dapat diatasi,” ujar dia, saat ditemui wartawan, akhir pekan lalu.

Masih Zona Merah, Penutupan Objek Wisata dan Ruang Publik di Wonogiri Bisa Diperpanjang

Lima Kebijakan

Joko menjelaskan pada kondisi ini diperlukan lima kebijakan (sufficient conditions), yakni pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan realisasi stimulus fiskal, peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pembukaan secara bertahap sektor-sektor ekonomi yang mempunyai nilai tambah besar terhadap pertumbuhan dan relatif aman terhadap pandemi Covid-19. Penyusunan prioritas dapat dimulai dengan peta risiko penularan Covid-19 pada 52 sektor ekonomi yang disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan prioritas tertinggi tentunya diberikan pada sektor yang risiko penularan paling rendah, sementara sektor yang risiko medium atau tinggi perlu penerapan protokol Covid-19 sesuai tingkatannya.

Di samping itu, KPw BI Solo telah berinisiasi melakukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan stakeholder terkait melakukan upaya untuk perbaikan ekonomi dengan fokus pada pengembangan UMKM. Beberapa program yang telah dilakukan antara lain pertama, Technolink berupa kegiatan business matching yang ditujukan untuk mendorong kemudahan akses pembiayaan UMKM dan digitalisasi UMKM pada 7-8 Oktober 2020. Kegiatan ini mempertemukan perbankan, PJSP, dan buyer yang telah dimanfaatkan oleh 175 peserta IKM dari 1.357 IKM. Tercatat data akad pinjaman dengan perbankan pada Technolink sebesar Rp37,853 miliar untuk 317 debitur.

Kedua, Kenduren (Berkembang dan Berinovasi menjadi UMK Keren) Soloraya. Kenduren merupakan program pengembangan dan pendampingan UMKM berbasis virtual, di dalamnya terdapat 9 webinar yang dilaksanakan selama Oktober 2020 dan dihadiri 3.980 orang termasuk 700 UMKM. Ketiga, mendorong digitalisasi. Ke depannya, BI senantiasa berupaya mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait.

“Ke depannya, dukungan BI ditempuh baik dari kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran maupun kebijakan pendukung di UMKM, ekonomi-keuangan syariah, dan internasional. Stimulus kebijakan moneter akan dilanjutkan sampai dengan tanda-tanda adanya tekanan inflasi, sementara stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian utama. Kebijakan makroprudensial akomodatif juga terus ditempuh untuk mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap turut menjaga stabilitas sistem keuangan,” papar dia.

Berdandan Rapi Dan Faktor-Faktor Yang Pengaruhi Orang Memilih Makanan

Diprediksi Tumbuh Positif

Sementara itu, Ekonom Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anton Agus Setyawan, menilai perekonomian lokal Soloraya pada 2021 diprediksi tumbuh positif meski angkanya masih di bawah ekspektasi. Trennya, pertumbuhan perekonomian di Soloraya lebih tinggi dari angka nasional maupun Jawa Tengah.

“Pada triwulan I-2021 ada beberapa kemungkinan. Jika nanti uji coba dan vaksinasi berhasil, kita bisa lihat pertumbuhannya pasti bagus. Meskipun jika diprediksi sepanjang 2021, pertumbuhannya bisa lebih dari 5%. Dasarnya, positifnya vaksin berjalan, pengendalian pandemi baik sehingga pemulihan ekonomi industri lebih cepat,” jelas dia.

Anton membeberkan perekonomian Solo ditopang oleh sejumlah sektor utama, salah satunya adalah industri pengolahan. Jika kondisinya pulih, wilayah ini yang menjadi bagian dari supply chain berupa ekspor produk industri pengolahan ke negara lain, pasarnya bakal turut membaik.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom