Bharada E Resmi Justice Collaborator, Dapat Perlindungan Penuh LPSK

LPSK mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

 Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Antara/M Risyal Hidayat)

SOLOPOS.COM - Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Antara/M Risyal Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA — Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E resmi menjadi justice collaborator dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Dengan status tersebut, dia akan mendapatkan perlindungan penuh sebagai saksi pelaku dari LPSK.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

LPSK telah resmi mengabulkan permohonan Bharada E sebagai justice collaborator dalam kasus tersebut pada Senin (15/8/2022).

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias, mengatakan Bharada E layak ditetapkan sebagai justice collaborator. Alasannya, dia bukan pelaku utama dalam pembunuhan Brigadir J.

Bharada E juga disebut mau bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini. “Setelah kami melakukan penelaahan dari informasi yang didapatkan, kami memutuskan Bharada E layak diberikan perlindungan sebagai JC,” katanya dalam siaran langsung Breaking News Metro TV, Senin sore.

Baca juga : Permohonan Perlindungan Putri Sambo Ditolak LPSK

Susilaningtias menambahkan, Bharada E telah menyampaikan informasi penting terkait kronologi pembunuhan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo. ”

“Bharada E menyampaikan keterangan secara langsung yang penting untuk mengungkap kejahatan. Jadi kami menilai yang bersangkutan layak menjadi JC,” sambung dia.

Bharada E menyampaikan kepada LPSK bahwa dia tidak tahu persis apa motif di balik pembunuhan Brigadir J. Dia mengaku hanya menjalankan perintas atasannya untuk menembak Brigadir J.

Baca juga : Hanya Allah, Putri Sambo, dan Brigadir J yang Tahu Kejadian di Magelang

LPSK juga mengabulkan permohonan perlindungan Bharada E karena melihat adanya potensi ancaman. Perlindungan yang diberikan adalah secara fisik dan statusnya sebagai justice collaborator.

“Tempat penahanan Bharada E ini terpisah dari tiga tersangka lain. BAP-nya juga dipisahkan sampai nanti di persidangan,” sambung Susi.

Dengan status sebagai justice collaborator, Bharada E bisa mendapatkan keringanan hukuman dalam vonis persidangan sesuai dengan peraturan undang-undang.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang

      Kompolnas akan melakukan supervisi dan evaluasi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mulai dari persiapan pertandingan, antisipasi, dan pengamanan pertandingan sepak bola.

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. memberikan pembelaan atas tindakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan suporter yang beringas.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.

      Jadi Rujukan se-Indonesia, Ini Alasan Gus Baha Masih Ceramah Berbahasa Jawa

      Walaupun penggemar Gus Baha sudah menjangkau lintas suku dan daerah tapi ia masih sering menggunakan bahasa Jawa di setiap ceramahnya.