Bhabinkamtibmas Sragen Ini yang Bongkar Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak

Kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandung sendiri di Sragen berhasil diungkap berkat peran Bhabinkamtibmas Polsek Sragen Kota, Aiptu Eko Hari Purwanto.

 Bhabinkamtibmas Polsek Sragen Kota, Aiptu Eko Hari Purwanto, mendapat penghargaan dari Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, Senin (8/8/2022). (Instagra,/@polressragen)

SOLOPOS.COM - Bhabinkamtibmas Polsek Sragen Kota, Aiptu Eko Hari Purwanto, mendapat penghargaan dari Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, Senin (8/8/2022). (Instagra,/@polressragen)

Solopos.com, SRAGEN — Keberhasilan Polres Sragen mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri, beberapa waktu lalu, tak lepas dari peran seorang Bhabinkamtibmas Polsek Sragen Kota. Bhabinkamtibmas itu bernama Aiptu Eko Hari Purwanto.

Berkat kontribusinya itu, Aiptu Eko Hari diganjar penghargaan oleh Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, pada Senin (8/8/2022). Penghargaan juga diberikan kepada lima personel Polres Sragen lain yang dianggap berprestasi.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Misteri kasus pembunuhan seorang ibu yang tewas di tangan anak kandungnya berhasil diungkap karena Aiptu Eko mampu membangun komunikasi dengan warga setempat. Dari komunikasi itu terungkap informasi terkait kejadian kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres dalam upacara penyerahan penghargaan yang digelar di halaman Mapores, seperti dikutip Solopos.com dari Instagram Polres Sragen.

Seperti diberitakan, seorang anak di Sragen nekat membunuh ibu kandungnya sendiri. Kejadian tragis ini terungkap setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng melakukan autopsi terhadap jenazah seorang wanita yang dicurigai penyebab kematiannya.

Baca Juga: Seorang Anak di Sragen Nekat Pukuli Ibunya Sampai Meninggal

Jenazah korban bernama Setyorini, 52, itu sudah dimakamkan di permakaman umum SI Sragen tak lama setelah meninggal. Untuk melakukan autopsi, polisi pun membongkar makam wanita tersebut pada Minggu (3/7/2022) . Dari hasil autopsi diketahui penyebab kematian Setyorini akibat penganiayaan.

Setelah diselidiki, penganiayaan itu ternyata dilakukan oleh anak kandungnya sendiri yang berinisial DP alias M, 33. Pelaku diduga memukuli ibunya sampai meninggal dunia di kediamannya sendiri di Kampung Widoro, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen. DP yang setiap harinya bekerja serabutan telah ditangkap polisi.

Ada Yang Janggal

Kapolres menyampaikan kasus pembunuhan itu terjadi pada 28 Juni 2022 lalu. Pengungkapan kasus tersebut berawal saat personel Bhabinkamtibmas Polsek Sragen Kota, yakni Aiptu Eko Hari Purwanto, mengetahui ada kejanggalan pada meninggalnya Setyorini.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Sragen, Pelaku yang Melapor ke Polisi

Kejanggalan itu baru muncul setelah pemakaman, di mana keluarga korban dan tetangga berkumpul. Mereka curiga ada sesuatu yang tak biasa pada kematian Setyorini.

“Ada tetangganya mendengar cekcok. Informasi itu disampaikan ke Polsek. Kemudian Polsek minta bantuan Satreskrim Polres Sragen untuk melakukan olah kejadian perkara di rumah korban,” ungkap Piter.

Dari komunikasi yang dibangun Aiptu Eko inilah kemudian memunculkan fakta mengejutkan dari kasus pembunuhan itu.

Sementara itu, penghargaan lain diberikan di ataranya kepada Bripka Arif, Suprapti, Bripda Anggi Putra P. Bripka M. Arif berprestasi di bidang pentatausahaan dan pengelolaan barang milik Polri. Sementara Bripda Anggi Putra P diberi penghargaan karena mampu mengoperasionalkan 4 sistem sekaligus.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Sragen Karena Tak Tahan Dinasihati

Sistem tersebut yakni Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Barang Jasa (SIRUP), Integrated Logistic Managemen System (ILMS), Pelayanan dan Pengawasan Online Pengadaan (Polada), dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kreasso 2022 Berlangsung Offline di Hall Tirtonadi Solo, Panitianya Pelajar SMP

      Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo atau Kreasso kembali digelar ada 2022 ini secara offline dengan melibatkan siswa-siswi SMP sebagai panitia.

      2 Pekan Penggalian, Pemkab Boyolali Selamatkan Situs Gumuk Watu Serut

      Pemerintah melakukan penggalian atau ekskavasi selama dua pekan pada Situs Gumuk, Watu Serut, di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali.

      Catat Lur! Jalan KH Samanhudi Sukoharjo Ditutup 3-30 Oktober 2022

      Jalan KH Samanhudi Sukoharjo ditutup pada 3-30 Oktober 2022 karena adanya pengecoran jalan sepanjang 100 meter dekat trafict light (TL) Simpang Carikan.

      Cuci Celana di Sungai Nguter Sukoharjo, Warga Sragen Tewas Terseret Arus

      Cuci celana di Sungai Nguter, Sukoharjo, warga Kecamatan Masaran, Sragen, tewas terseret arus sejauh 400 meter, Kamis (29/9/2022).

      Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak di Minahasa, Diduga Ada Provokator

      Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono menyebut ada provokator saat kejadian mobil ditumpangi anggota Komisi I Hartanti dirusak warga di Minahasa, Sulawesi Utara.

      Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan

      Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten).

      Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu

      Warga yang lahannya terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, berharap diberi waktu untuk bersiap pindah sebelum lahan dibebaskan.

      Ketika Pimpinan PKI Gelar Pertemuan Kilat di Prambanan Klaten

      Peristiwa G30S sampai sekarang masih membekas di benak masyarakat Indonesia.

      Dulu sampai Sekarang, Sekaten Ajang Warga Cari Hiburan

      Tradisi Sekaten di Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara dakwah agama Islam juga sarana hiburan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

      Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Pasar Boyolali Kian Mengecil

      Kenaikan harga kedelai sebagai imbas kenaikan harga BBM berdampak pada menurunnya penjualan tahu dan tempe di Pasar Boyolali.

      Kunjungan Wisatawan di Klaten Mulai Meningkat, Sudah Capai 15.000 Orang/Bulan

      Destinasi wisata di Klaten disebut-sebut mulai bangkit setelah dua tahun terpukul gara-gara pandemi Covid-19.

      Sakjose Mazzeh! Petani Milenial Klaten Kembangkan Aplikasi Sirojo & Sitampan

      Komunitas Petani Muda Klaten (KPMK) mengembangkan dua aplikasi sekaligus.

      Korban Ledakan Aspol Sukoharjo Luka Bakar 70%, Pemeriksaan Tunggu Pemulihan

      Polres Sukoharjo menunggu proses pemulihan korban ledakan di asrama polisi (aspol) Sukoharjo yang saat ini masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Moewardi Solo (RSDM) karena mengalami luka bakar hingga 70%.

      Gawat! Sungai Bagor-Sungai Ujung di Klaten Ternyata dalam Kondisi Kritis

      Kondisi alur Sungai Bagor-Sungai Ujung dari hulu hingga hilir dalam kondisi kritis.

      Cerita Keluarga di Solo Hidup dari Jualan Rica-Rica Gukguk selama 4 Generasi

      Pedagang kuliner anjing atau rica-rica gukguk di Solo kebanyakan sudah berjualan turun-temurun mewarisi dari kakek dan ayah.