Ilustrasi tenant peserta Solo Great Sale (SGS) 2018. (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO – Panitia Solo Great Sale (SGS) 2019 optimistis penyelenggaraan bulan belanja tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya. Tak hanya jumlah tenant yang sudah melampaui target, tetapi juga nilai transaksinya. Terlebih nantinya SGS 2019 ini dijadwalkan bakal dibuka oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Balai Kota, Kamis (31/1/2019) malam WIB.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo selaku penyelenggara SGS, Gareng Sri Haryadi, mengatakan mendekati hari H, jumlah tenant yang berpartisipasi terus bertambah hingga melampaui target yang ditetapkan. 

“Pada tahun pertama pelaksanaan SGS ini [2014] hanya 600 tenant dan merchant yang bergabung. Tahun ini kami target 6.000 tenant, tetapi yang ikut ternyata 7.000 lebih,” ujarnya, dalam jumpa pers di kantor Kadin Solo, Selasa (29/1/2019).

Lebih lanjut, Gareng memaparkan tenant dan merchant yang ikut serta ini dari berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, mal, pusat perbelanjaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak ketinggalan pula, pihaknya menggaet PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan beragam sarana transportasi, seperti layanan transportasi online sampai maskapai penerbangan.

Di sisi lain, pelaku bisnis online dan pebisnis berbasis aplikasi semakin banyak dilibatkan. Jumlah pebisnis online yang sudah terdaftar sebagai tenant mencapai 1.500 pelaku usaha. Tak ketinggalan 43 pasar tradisional juga turut serta, termasuk di dalamnya ada 2.500 pedagang. 

Gareng pun menyebut dukungan dan antusiasme masyarakat juga terlihat dari peningkatan transaksi selama SGS berlangsung setiap tahunnya. Pada 2018 lalu transaksi yang dicatatkan mencapai Rp530 miliar. Kali ini targetnya adalah Rp600 miliar.

“Pada opening ceremony, Menpar dijadwalkan hadir sekaligus membuka event ini. Saat pembukaan nantinya juga dimeriahkan dengan pasar festival yang melibatkan berbagai pihak, termasuk hiburan dari Owah Gerr Band,” imbuhnya.

Sekretaris SGS 2019, David R Wijaya, menambahkan momen bulan belanja ini sekaligus mendorong penggunaan transaksi nontunai. Dalam hal ini pihaknya melibatkan setidaknya enam bank. 

“Untuk pembayaran, kami turut menyukseskan Gerakan Nasional Nontunai [GNNT] yang dipelopori Bank Indonesia. Sejumlah layanan pembayaran nontunai juga kami ajak. Bagi pembeli mereka bisa memeroleh poin dobel yang nantinya memperbesar mereka memenangkan undian berhadiah di akhir periode,” katanya.

Demi mendapatkan hadiah ini, konsumen cukup bertransaksi minimal Rp50.000. Nantinya mereka memeroleh satu poin untuk diundi. Sedangkan bagi yang membayar nontunai mendapatkan poin dobel. Sementara hadiah utamanya berupa rumah, ada pula mobil, sepeda motor, dan peralatan elektronik lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, mengatakan Pemkot berkomitmen untuk mendukung penuh penyelenggaraan SGS. Salah satunya adalah pemberian insentif berupa diskon pajak hotel dan restoran sebesar 30%.

“Kami berharap adanya keringanan pajak ini menjadi stimulus bagi pelaku bisnis terkait. Di samping itu, ini saatnya untuk mendongkrak jumlah wisatawan maupun tamu yang menginap di hotel di masa low season ini,” jelasnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten