Api biru kawah Ijen di Banyuwangi (National Geographics.com)

Solopos.com, BANYUWANGI -- Setelah sempat ditutup karena kebakaran hutan beberapa waktu lalu, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi akhirnya kembali dibuka per besok, Kamis (7/11/2019). Wisatawan bisa kembali menikmati keindahan Kawah Ijen.

Pembukaan dilakukan setelah keluarnya Surat Edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur tentang Pembukaan TWA Kawah Ijen.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut baik dibukanya kembali jalur pendakian TWA Kawah Ijen. Ini merupakan kabar baik bagi wisatawan yang sebelumnya datang ke Banyuwangi untuk melihat kawah yang tersohor dengan fenomena api biru (blue flame)-nya tersebut.

"Informasi resminya telah kami terima. Kawah Ijen sudah bisa dikunjungi lagi. Untuk menjaga keselamatan, kami imbau agar para pengunjung mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan BBKSDA," ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/11/2019), seperti dikutip dari detik.com.

Kawah Ijen sempat ditutup sejak Minggu (20/10/2019). Penutupan ini menyusul terjadinya kebakaran di Gunung Ranti yang lokasinya bersebelahan dengan Gunung Ijen. Kebakaran tersebut meluas ke kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup di kawasan Ijen akibat badai angin kencang.

Secara terpisah Kepala BBKSDA Jatim, Nandang Prihadi, menyatakan setelah dicek oleh Satgas Tanggap Darurat Kebakaran Hutan & Lahan Banyuwangi bersama tim BBKSDA, jalur pendakian kawah Ijen dipastikan telah aman seusai kebakaran pada Sabtu petang (19/10/2019).

Namun, lanjutnya, kondisi fisiknya tentu tidak sama dengan sebelum kebakaran. Banyak pohon yang terbakar dan tumbang sehingga terkesan gundul.

"Untuk memberbaiki kondisi ini, kami akan melakukan penghijauan di kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup saat musim hujan nanti. Kalau semak belukarnya kami perkirakan 4-5 bulan sudah bisa pulih kembali," terang Nandang.

Terkait dibukanya kembali Kawah Ijen, Nandang meminta agar para pengunjung mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan. Wisatawan tidak boleh turun mendekati kawah. Pengunjung hanya boleh mendekat sampai radius 1 km dari kawah.

"Ketentuan ini sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitogasi Bencana Geologi (PVMBG). Ini untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengunjung," kata Nandang.

Pengunjung juga diimbau agar selalu berkomunikasi dengan petugas BBKSDA di kawasan TWA Kawah Ijen serta kooperatif turut mencegah kebakaran hutan.

"Misalnya, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Karena ini bisa memicu terjadinya kembali kebakaran hutan. Pengunjung juga kami kenakan kewajiban asuransi untuk mengantisipasi dampak bencana," tegas Nandang.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten