SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi


Jakarta-
-Hari pertama kepulangan jamaah haji Indonesia, ada sekitar 14 kelompok penerbangan (Kloter) jamaah haji dari berbagai embarkasi yang akan dipulangkan ke tanah air dari Makkah Al Mukarramah. Ke-14 kloter jamaah haji yag berjumlah 5.760 orang ini akan diterbangkan dari Jeddah pada Rabu (2/12) besok.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Daerah Kerja Jeddah untuk kepulangan jamaah. Bagi jamah gelombang selanjutnya kita imbau untuk melakukan Tawaf Ifadoh dan Tawaf Wada,” kata Kepala Daker Makkah, Subakin Abdul Muthalib, kepada wartawan di kantornya, Syisha, Makkah, Selasa (1/12).

Promosi Komeng Tak Perlu Koming, 5,3 Juta Suara sudah di Tangan

Subakin merinci, jamaah tersebut masing-masing tiga kloter diterbangkan ke bandara embarkasi Jakarta sebanyak 1.350 orang , Surabaya sebanyak 1.355 orang dan Solo sebanyak 1.140 orang, serta masing-masing satu kloter ke Medan sebanyak 455 orang, Balikpapan sebanyak 325 orang, Banjarmasin sebanyak 325 orang, Ujungpandang sebanyak 360 orang dan Batam sebanyak 450 orang.

“Namun demikian tidak ada acara khusus untuk pelepasan kepulangan jamaah ke Tanah Air,” jelasnya.

Sebelum berangkat ke Tanah Air, para jamaah haji dari Mekkah akan menginap di tujuh penginapan transit di Jeddah yakni Hotel Araq, Hotel Rumasiah, Hotel Tayyar, Hotel Sama, Hotel Madinah, Hotel Norcom dan Hotel Rotana. Selama di Jeddah para jamaah akan melakukan city tour, antara lain ziarah ke makam Siti Hawa, Masjid Qisas, Masjid Terapung di Laut Merah dan pusat perbelanjaan terbesar di Jeddah, Pasar Qorniche.

Mengenai kemungkinkan adanya keterlambatan pemberangkatan (delay) jamaah, lanjut Subakin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai supaya memberitahukan sehari sebelumnya. “Pemberitahuan sangat penting dilakukan supaya jamah tidak perlu terburu-buru ke bandara. Jadi jamaah masih bisa tinggal sementara di pemondokan sambil menunggu informasi selanjutnya,” ujarnya.

Untuk pengangkutan jamaah dari pemondokan di Makkah menuju airport di Jeddah sudah dipersiapkan sesuai kebutuhan. Teknisnya, bus akan standby di pemondokan setelah ada kepastian jadwal pemberangkatan dari pihak maskapai. Koordinasi juga dilakukan dengan petugas maktab dan sektor untuk mengkondisikan jamaah dalam keadaan siap sedia.

“Biasanya dua jam sebelum pemberangkatan ke Jeddah, bus sudah berada di lokasi pemondokan untuk membawa jamaah ke bandara Jeddah,” tukasnya.

Sedangkan jamaah yang mengajukan jadwal kepulangan lebih cepat dari jadwal seharusnya, Subakin mengungkapkan sudah terdaftar 300 orang. “Dari sekian banyak alasan yang diajukan, kami akan mendahulukan jamaah yang sakit. Karena masalah seat penumpang harus dikoordinasikan dengan pihak penerbangan. Bukan kami yang menentukan,” tukasnya.

Terkait kepulangan jamaah, Wakil Kepala Daerah Kerja Makkah Bidang Perumahan H Shihabuddin Latief mengungkapkan para pemilik pemondokan selama ini tidak ada yang komplain. Dia mengungkapkan para pemilik pemondokan umumnya merasa senang ditempati jamaah haji Indonesia.

Jamaah haji Indonesia juga dikenal tertib menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemilik pondokan. Tidak ada fasilitas seperti toilet dan pendingin udara yang rusak karena pemakaian jamaah. “Jadi masalah pemondokan tidak ada masalah. Bahkan pemilik lebih memilih tempatnya digunakan jamaah haji dari Indonesia dibandingkan jamaah haji dari Negara lain,” ungkapnya.

Menghadapi persiapan yang dilakukan saat kepulangan jamaah, pihaknya melakukan sweeping di setiap pemondokan untuk memastikan jamaah sudah terangkut bus dan tidak ada yang tertinggal dari rombongan. “Selain melakukan sweeping jamaah, kita juga men-sweeping barang-barang berharga milik jamaah yang tertinggal untuk dikembalikan kepada pemiliknya,” imbuhnya.

dtc/isw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya