Kompleks Jabal Kanil di Dusun, Jabal Kanil, Bandar Dawung, Tawangmangu, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani).

Solopos.com, KARANGANYAR – Bukit Jabal Kanil yang berada di Dusun Jabal Kanil, Bandar Dawung, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, punya sejarah panjang tentang penyebaran Islam di Nusantara. Sampai saat ini, kawasan tersebut sering dikungjungi peziarah.

Areal permakaman ulama kondang Syech Maulana Maghribi tersebut biasanya ramai dikunjungi setiap Jumat Legi. Hal tersebut disampaikan juru kunci makam di Jabal Kanil, Sutarjo, kepada Solopos.com, Senin (10/2/2020).

Jejak Penyebaran Islam Nusantara Sebelum Era Sunan di Jabal Kanil Karanganyar

Ada satu masjid tua yang berusia sekitar 600 tahun dengan empat pilar penyangga dari kayu di Bukit Jabal Kanil. Di dalam Masjid Jabal Kanil terdapat Bedug Jati Suro yang usianya hampir sama tuanya dengan bangunan tersebut. Bahkan, bedug itu diyakini asli sejak zaman Syech Maulana Maghribi.

Sutarjo mengatakan, kawasan Bukit Jabal Kanil memang telah beberapa kali direnovasi. Namun, sampai saat ini struktur asli bangunan yang terbuat dari kayu masih dipertahankan. Bahkan, kayu yang menjadi dasar bangunan makam juga tidak pernah diubah.

Berwisata ke Tawangmangu, Jangan Lupa Cicipi Sego Gablok

“Jadi memang tidak ada yang diubah kecuali ditambah bangunan luar untuk penataan saja. Untuk penataan makam sejak 1986, kalau masjid hanya diubah atapnya saja. Jadi bentuknya beda dari semula. Sekarang masjidnya lebih seperti rumah pada umumnya. Tapi kayu pilarnya masih asli,” imbuh Sutarjo.

Konon, masjid tersebut didirikan Syech Maulana Maghribi sebagai pusat memperdalam agama Islam. Pilar masjid tersebut terbuat dari kayu yang telah lapuk dimakan rayap. Hal ini membuktikan jika bangunan tersebut sarat dengan sejarah panjang di masa lampau.

Di belakang masjid itu terdapat kompleks permakaman yang diyakini sebagai makam Syech Maulana Magribi. Dia dikenal sebagai pelopor penyebar Islam di Jawa Tengah sebelum era sunan.

Tangguh! Supeltas Ini Tantang Maut Atur Lalu Lintas di Perlintasan KA Dagen Karanganyar

Di kawasan makam terdapat satu bangunan tua dari kayu yang hampir sama tuanya dengan kayu di Masjid Jabal Kamil. Tempat tersebut juga dihiasi kain putih seperti selambu.

Sutarjo mengatakan, dia setiap hari merawat dan melayani pengunjung ke tempat yang direkomendasikan sebagai objek cagar budaya di Karanganyar. Menurutnya, makam itu ramai dikunjungi peziarah setiap Jumat Legi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten