Bertahap, Pelayanan Puskesmas Kerjo Karanganyar Akan Kembali Buka Senin Besok
Petugas dari puskesmas dan Dinkes Kabupaten Karanganyar melaksanakan rapid test di sejumlah pasar tradisional dan swalayan pada Jumat-Sabtu (22-23/5/2020). (Istimewa/Dinkes Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerjo akan dibuka secara bertahap mulai Senin (18/1/2021).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar menutup seluruh pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerjo selama tiga hari, yakni mulai Rabu hingga Sabtu (13-16/1/2021).
Pelayanan yang ditutup sementara adalah rawat inap, rawat jalan, bersalin, dan instalasi gawat darurat (IGD). Langkah itu diambil setelah 32 orang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kerjo terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari lalu.
Sebanyak 32 nakes itu menjalani isolasi mandiri. Dinkes Kabupaten Karanganyar menyampaikan informasi bahwa kondisi mereka tidak bergejala atau kategori orang tanpa gejala (OTG). Meski demikian, Dinkes Karanganyar memantau perkembangan kondisi 32 orang nakes.
"[Pelayanan] rawat inap, rawat jalan, bersalin, IGD tutup sampai Sabtu. Suratnya cuma tiga hari saja. Biar rekan-rekan nakes yang dinyatakan negatif bisa istirahat sejenak. Kalau rawat jalan kami operasionalkan nanti [Senin] karena kan masih bisa memungkinkan pelayanan. Masih ada personel," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, saat berbincang dengan wartawan, Jumat (15/1/2021).
Petugas Dinkes Karanganyar telah melaksanakan tes swab PCR Covid-19 terhadap puluhan nakes yang bertugas di Puskesmas Kerjo dan puskesmas pembantu di Kecamatan Kerjo. Hasilnya, 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19. "Kami lanjutkan ke kontak erat keluarga setelah ini," ujar dia.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati. Ia menceritakan kasus di Puskesmas Kerjo kali pertama muncul dari hasil tes swab PCR Covid-19 terhadap beberapa nakes.
"Awalnya kan begitu kami dapat laporan [beberapa nakes terkonfirmasi positif Covid-19]. Dari situ kan ternyata kontak erat banyak. Kami diskusi dengan kepala puskesmas. Kami simpulkan tes swab PCR Covid-19 saja semua supaya aman. Lalu kami mendapat hasil 32 orang dinyatakan positif. Makanya langsung gerak cepat menutup sementara pelayanan," ujar Dwi saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Peserta BPJS

Dinkes terus berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Kerjo perihal pelayanan di puskesmas. Secara resmi, menurut Dwi, pelayanan kesehatan seperti rawat inap, bersalin, dan IGD di Puskesmas Kerjo akan dibuka setelah nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan negatif Covid-19.
"Ini kan dinamis sesuai pengajuan surat dari kepala puskesmas. Nakes yang hasil swab negatif, akan mulai membuka pelayanan rawat jalan secara bertahap Senin. Saya masih koordinasi dengan kepala puskesmas," ungkap Dwi.
Perempuan berkerudung itu menuturkan pelayanan rawat jalan yang akan dibuka kembali mulai Senin itu belum bisa maksimal. Penyebabnya, keterbatasan nakes. "Sambil lihat perkembangan, menyesuaikan. Pelayanan [rawat jalan] iya tetapi belum maksimal. Dokter umum ya. Kalau gigi sepertinya belum karena petugas kan hanya satu," kata dia.
Di sisi lain, Puskesmas Kerjo harus melayani masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Dwi mengaku Dinkes Karanganyar sudah membuat pengumuman masyarakat dapat beralih sementara ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Dia mencontohkan klinik swasta, Puskesmas Mojogedang I, dan Puskesmas Jenawi.
"Terutama kan peserta BPJS Kesehatan. Kalau peserta umum kan enggak masalah. Kami komunikasikan untuk ke puskesmas terdekat dan klinik sekitar."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom