Berstatus Ilegal, Jagal - Warung Kuliner Anjing di Solo Jalan Tanpa Pengawasan

Karena statusnya yang ilegal, jagal hingga warung kuliner anjing di Kota Solo beroperasi tanpa pengawasan dari instansi terkait.

 Ilustrasi spanduk warung olahan anjing di Kota Solo. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi spanduk warung olahan anjing di Kota Solo. (Youtube)

Solopos.com Stories

Solopos.com, SOLO — Praktik perdagangan daging anjing dari mulai pengiriman, penjagalan, hingga menjadi menu kuliner di warung rica-rica gukguk di Kota Solo tengah menjadi sorotan. Banyak pihak yang mendorong agar Pemkot Solo segera mengeluarkan aturan larangan perdagangan daging anjing.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Alasannya, anjing bukan termasuk hewan ternak untuk konsumsi. Selain itu adanya ancaman persebaran penyakit rabies padahal Jateng termasuk Solo menjadi salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang bebas rabies.

Belum lagi masalah branding Kota Solo. Tingginya tingkat konsumsi daging anjing dinilai tidak selaras dengan branding Solo sebagai kota budaya yang mendunia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Solo, Eko Nugroho Isbandijarso, mengakui selama ini tidak melakukan pengawasan peredaran dan perdagangan daging anjing, termasuk warung kuliner rica-rica gukguk. Alasannya karena status mereka yang ilegal.

“Karena sifatnya ilegal, jadi kami tak memberikan pengawasan secara khusus, yang kami awasi kan anjing peliharaan,” ujarnya Eko saat diwawancara Solopos.com, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga: Mengintip Aktivitas Tempat Penjagalan Anjing di Solo: Terbanyak 20 Ekor Sehari

Pengawasan anjing peliharaan dilakukan seperti dengan mendampingi saat pengambilan sampel otak anjing untuk diperiksa apakah mengandung rabies atau tidak. Dari 100 sampel anjing yang diperiksa, semuanya dinyatakan negatif.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Solo, menurut Eko, juga sudah tidak memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk anjing yang akan dikonsumsi, baik yang akan dikirim keluar Solo maupun yang akan masuk Solo.

Jalur Distribusi Anjing di Solo

“Jadi kami hanya memberikan SKKH atau surat kesehatan hewan atau surat keterangan produk hewan untuk yang dipelihara saja. Untuk [anjing] yang dikonsumsi kami sudah tidak memberikan rekomendasi,” terangnya.

Baca Juga: Menelisik Rantai Bisnis Perdagangan Anjing di Solo sampai Jadi Rica-Rica Gukguk

Dikarenakan statusnya yang ilegal itu, menurut Eko, DKPP tidak pernah melakukan pemetaan jalur-jalur distribusi anjing untuk konsumsi. Pendataan yang dilakukan petugas sebatas jumlah dan lokasi warung yang menjual kuliner anjing.

bisnis perdagangan anjing solo kuliner anjing solo
Petugas gabungan DLH Jateng dan Solo mengecek lokasi yang diduga tempat penjagalan anjing di bantaran Kali Anyar, Gilingan, Solo, Rabu (31/8/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

“Yang kami data warung yang menjual daging anjing. Data terbaru tahun ini kurang lebih ada 25 pedagang. Dari segi jumlahnya relatif stabil kayaknya. Warung itu juga sudah lama beroperasi atau berjualan kuliner daging anjing di Solo,” urainya.

Eko menerangkan tidak pernah melakukan pendataan rumah-rumah jagal anjing di Solo. Tapi ia menduga bahan baku kuliner daging anjing dikirim kepada para penjual di Solo sudah dalam bentuk daging yang siap diolah.

Baca Juga: Cerita Keluarga di Solo Hidup dari Jualan Rica-Rica Gukguk selama 4 Generasi

Kendati mendata jumlah dan lokasi warung kuliner daging anjing, menurut Eko, DKPP tidak sampai mengawasi kualitas atau kesehatan daging anjingnya. Lagi-lagi alasannya karena pertimbangan status mereka yang ilegal.

Regulasi Larangan Perdagangan Anjing

“Kan sifatnya ilegal, jadi kalau kami memeriksa, nanti malah kesannya melegalkan. Jadi kami tidak melakukan itu. Lain dengan sapi, kambing, kami selalu adakan pengawasan. Kalau anjing kan bukan bahan pangan, tapi peliharaan,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, menyatakan keputusan untuk melarang peredaran dan perdagangan kuliner daging anjing menjadi kewenangan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, jika merujuk SE dari Pemprov Jawa Tengah.

Baca Juga: Rantai Bisnis Perdagangan Anjing di Solo, Daerah Pemasok Masih Endemik Rabies

Menurut Budi, payung hukum pelarangan peredaran dan perdagangan daging anjing di Solo cukup dengan Perwali. “Adanya SE Pemprov memang itu kewenangan Wali Kota untuk menindaklanjuti peredaran daging anjing ini,” terangnya.

Tapi bila Pemkot Solo menginginkan payung hukum berupa Perda terkait pelarangan peredaran dan perdagangan daging anjing, Budi mengingatkan rujukan hukum berupa Undang-undang. Menurutnya, harus ada landasan hukum berupa UU.

“Kalau perda kan memang ada aturan atau UU yang menjadi rujukan, jadi perlu dicari landasan kuat apa yang mendasari. Ini yang harus dilihat dulu. Bila diperlukan biar teman-teman Bapemerda yang nanti coba melihatnya,” sambung Budi.

Baca Juga: Sekelumit Kisah di Warung Kuliner Anjing Solo, 45 Menit Didatangi 8 Pembeli

Hal yang perlu dicatat, menurutnya, proses penyusunan perda belum bisa dilakukan tahun ini lantaran APBD Perubahan 2022 sudah disetujui bersama. Sehingga bila akan membuat perda, paling cepat bisa dilakukan pada tahun depan.

“APBD Perubahan kan sudah disetujui bersama dan evaluasi dari provinsi sudah turun, dibahas di Banggar. Kan untuk raperda harus ada NA [naskah akademik], dan perubahan APBD sudah selesai. Kan ada anggarannya untuk membuat NA dan lain-lain,” urainya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.