Salma Faradhila, peserta Rising Star Indonesia 2019 asal Klaten berpose bersama dengan orang tuanya di rumahnya, Mantingan RT 016/RW 005, Mayungan, Ngawen, Klaten, Rabu (20/2/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Salma Faradhila, 17, baru saja dinyatakan lolos di babak final duel Rising Star Indonesia 2019 yang disiarkan langsung di salah satu televisi swasta nasional di Tanah Air, Senin (18/2/2019) malam.

Siswi Kelas XII Jurusan Administrasi Perkantoran (AP) I SMKN 4 Klaten ini tak menyangka bakal masuk di babak playoff menjelang babak grand final. Perjalanan anak sulung dari Beny Irawan, 45, dan Rini Dwiyastuti ini tinggal dua langkah lagi guna menjadi yang terbaik di ajang Rising Star Indonesia 2019.

Guna menapaki tangga juara di Rising Star Indonesia 2019, Salma Faradhila mengaku tak hanya mengandalkan bakat alaminya. Salma Faradila yang mengidolakan penyanyi asal Amerika Serikat, Ariana Grande, ini harus aktif meminta vote ke seluruh elemen masyarakat di Tanah Air.

Untuk itu, Salma Faradila berbagi tugas dengan lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan jalinan pertemanan. Salma Faradila juga lebih aktif menggaet pendukung di media sosial (medsos).

Sehari-hari, Salma berdomisili di Mantingan RT 016/RW 005, Mayungan, Ngawen. “Perjuangan ke depan tentu lebih berat. Tapi saya optimistis dapat meraih juara I [di ajang Rising Star Indonesia 2019]. Saya berharap dukungan semuanya,” kata Salma Faradila yang lahir pada 1 April 2001 itu saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (20/2/2019).

Salma Faradila mulai tertarik mengolah vokal sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saat kelas V SD, Salma Faradila termasuk dalam grup rebana di SDN 1 Karanganom yang memenangi juara lomba rebana tingkat Kabupaten Klaten.

Hobi bernyanyi terus digeluti saat Salma menduduki bangku SMP. Saat bersekolah di SMPN 1 Ngawen, Salma tergabung dalam Nonha Band. Setelah itu, Salma memilih jalur menjadi penyanyi solo dan pernah merilis single berjudul Semua Tentangmu.

Di SMKN 4 Klaten, Salma berulang kali mewakili sekolahnya mengikuti lomba menyanyi hingga tingkat Provinsi Jateng.

Autodidak

November 2018, Salam tertarik mengikuti Rising Star Indonesia. Selama mengikuti ajang ini, dia memperoleh dukungan penuh dari keluarga, sekolah, dan teman-temannya.

"Saya itu bisa bernyanyi secara autodidak. Saya tidak pernah ikut kursus bernyanyi. Saya ingin meraih juara di Rising Star Indonesia 2019. Semua sudah dipersiapkan. Saya pun sudah tidak makan gorengan agar suara tetap bagus. Saat ingin tampil, biasanya saya meminum minuman bersoda [agar suara tetap bagus],” kata Salma yang juga mahir bermain gitar sejak kelas X di SMKN 4 Klaten itu.

Ayah Salma Faradhila, Beny Irawan, 45, mengaku sangat mendukung putri sulungnya terjun menggeluti dunia olah vokal. Karyawan swasta di bidang percetakan ini turut sibuk menghimpun dukungan dari koleganya saat anaknya tampil di Rising Star Indonesia 2019.

“Selama kegiatannya positif, saya terus mendukung. Salma itu sebenarnya ingin saya masukkan kursus menyanyi sebelum tampil di Rising Star Indonesia 2019. Berhubung sudah tampil di sana, saya sampaikan ke dia agar ditekuni terus. Saya berharap suaranya akan terus alami. Tetap rendah hati dan selalu beribadah dalam kondisi apa pun,” katanya.

Kepala SMKN 4 Klaten, Muhammad Woro Nugroho, mengatakan pihak sekolah turut mendukung penuh penampilan Salma Faradila di Rising Star Indonesia 2019. Selain menggelar nonton bareng (nobar), pengelola sekolah juga aktif meminta dukungan ke warga sekolah lain di Kabupaten Bersinar agar bersedia memberikan vote ke Salma.

“Kami dukung sepenuhnya Salma meraih prestasi di Rising Star Indonesia 2019. Kami pun aktif menghimpun suara untuk Salma, melalui sosialisasi ke berbagai sekolah di Klaten dan jaringan sekolah,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten