Ilustrasi kecelakaan kereta api. (phoenixsum.co.za)

Solopos.com, DEMAK — Nasib tragis dialami seorang petugas pemadam kebakaran Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Setyo Hadi Purnomo. Berniat memberikan bantuan memadamkan api di kawasan Pasar Waru, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (5/11/2019) pagi, Setyo justru terserempet kereta api di perlintasan sebidang antara Stasiun Tegowanu-Brumbung.

Rekan korban, Dwi Agus Riyono, mengatakan korban tertabrak kereta di perlintasan saat mengendarai sepeda motor. "Jadi, posisi korban itu sebelumnya ada di rumah. Terus, dia mendapat telepon dari rekan sesama pemadam untuk membantu memadamkan api di Pasar Waru. Enggak tahu, mungkin korban tergesa-gesa hingga terserempet kereta api," ujar Agus kepada Solopos.com, Selasa siang.

Agus mengatakan saat ini jenazah korban sudah dimakamkan di dekat rumahnya, Dukuh Karang Pancing RT 004/RW 010, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. "Kami turut prihatin dengan musibah ini. Korban orang yang loyalitas dan berdedikasi tinggi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," imbuhnya.

Menurut Agus, Setyo meninggal dunia di usia yang masih muda. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil, usia 10 tahun dan 4 tahun.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, membenarkan terjadinya kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang, Kabupaten Demak. "Iya, itu kejadiannya di perlintasan yang tidak terjaga, kira-kira km 18 petak jalan antara Stasiun Tegowanu dan Brumbung," ujar Kris.

Kris mengatakan akibat kecelakaan itu, perjalanan KA tidak mengalami gangguan. Meski demikian, ia prihatin dengan jatuhnya korban jiwa di perlintasan sebidang yang tidak dijaga di wilayah PT KAI Daops IV Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten