Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (tengah) pada Senin 10 Juni 2019 menunjukkan dua terduga teroris ISIS berinisial AA dan S, terkait kasus bom bunuh diri pos pengamanan polisi di Kartasura, Sukoharjo. (Bisnis-Sholahuddin Al Ayyubi)

Solopos.com, JAKARTA — Mabes Polri menyatakan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 2 terduga teroris berinisial AA dan S yang diduga terlibat dalam bom bunuh diri di Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Sukoharjo. Sebelumnya diberitakan Solopos.com, Densus menangkap Ali Amirul Alam alias Umar, 40, di Lampung, dan Sugeng Riyadi, 34, di Sukoharjo.

Densus 88 juga telah menggeledah rumah kontrakan Ali Amirul Alam di dua lokasi di Gang Salak, Dukuh Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Minggu (9/6/2019) sekitar pukul 17.45 WIB. Penggeledahan juga dilakukan di rumah Sugeng Riyadi di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, pada hari yang sama.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan keduanya terlibat aktif di dalam pembuatan bom bunuh diri yang dilakukan oleh Rofik Asharuddin (RA) di Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Sukoharjo, sepekan sebelumnya.

Menurutnya, keterlibatan kedua tersangka tersebut diketahui setelah tim penyidik Densus 88 Antiteror memintai keterangan tersangka Rofik Asharuddin di RS Moewardi Solo. Kondisi Rofik mulai sehat setelah melakukan aksi bom bunuh diri beberapa waktu lalu.

"Jadi secara keseluruhan, kasus bom bunuh diri ini bisa terjadi karena adanya dua pelaku tersebut. Mereka membantu membuat bom dan rencana bom bunuh diri itu," tuturnya, Senin (10/6/2019).

Menurut Asep, tersangka berinisial AA alias Umar dan S itu masuk ke dalam jaringan teroris ISIS dan berbaiat langsung ke Pemimpin ISIS di Suriah Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial. Asep juga menjelaskan bahwa ketiga pelaku berinsial AA, S, dan Rofik Asharuddin seringkali berkomunikasi melalui media sosial dengan Abu Bakar Al Baghdadi.

"Cara berbaiat ini dipelajari para pelaku dari amir atau pemimpinnya dan diperkuat dengan banyak buku panduan mengenai jihad dan dasar-dasar hukum jihad," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten