Bersama, 6 BPR di Boyolali Kuatkan Himpun Dana Pihak Ketiga
Ilustrasi uang tunai rupiah. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Solopos.com, BOYOLALI — Bersama-sama lebih mengundang untung daripada sendiri bagi bank perkreditan rakyat di Boyolali. Enam BPR di Boyolali, Selasa (27/10/2020), kembali mengelar pengundian hadiah tabungan bersama.

Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menabung. Meski dalam masa pandemi Covid 19, dana pihak ketiga di keenam BPR di Boyolali itu masih cenderung meningkat.

Keenam BPR tersebut adalah PT BPR Bank Boyolali, BPR Nusamba Ampel, BPR Guna Daya, BPR Arthayasa Ageng, BPR Mitra Pandanaran Mandiri dan PT BPR Yekti Insan Sembada.

SM Entertainment Resmi Tanggapi Rumor Trainee Yoo Ji-min

Direktur Utama PT BPR Bank Boyolali, Dono Sri Hananto, mengatakan pengundian hadiah tabungan bersama itu sudah periode ketujuh. "Kegiatan ini salah satunya adalah untuk mendongkrak dana pihak ketiga [DPK]. Kami sampaikan bahwa hadiahnya benar-benar diundi. Ini dilakukan agar masyarakat tertarik menabung," kata dia kepada wartawan, Selasa (27/10).

Menurutnya ada beberapa kelebihan dalam program tabungan bersama itu. Program yang dikelola bersama oleh keenam bank, mestinya akan menjafikan pengelolaan yang lebih baik.

"Kalau nasabah cermat, dengan kolaborasi enam BPR, dalam segala hal kepengurusan juga melibatkan enam BPR, sehingga tidak ada yang punya kepentingan. Artinya berjalan terbuka, semua ikut mengawasi," jelas dia.

Secret Number Comeback 4 November, Apa Persiapan Vine?

Di sisi lain, nasabah tidak harus menabung dalam jumlah besar untuk bisa mengikuti undian hadiah. Cukup dengan menabung minimal Rp25.000, sudah bisa mendapatkan satu kupon undian. "Jadi kesempatan untuk mendapatkan hadiah undian cukup besar. Hadiah juga ada peningkatan setiap tahunnya," jelas dia.

Dana Pihak Ketiga

Mengenai penghimpunan dana pihak ketiga, menurutnya sejauh ini terus meningkat setiap tahunnya. "Ini sudah mencapai sekitar Rp40 miliar lebih di posisi September. Diharapkan setiap tahun akan meningkat," kata dia. Peningkatan dana pihak ketiga meningkat antara 10% hingga 12% setiap tahunnya.

Hanya, untuk pertumbuhan kredit di tahun ini belum bisa optimal. Menurutnya hal itu juga terkait adanya pandemi Covid 19. Pihaknya berharap pandemi Covid 19 segera hilang, agar pertumbuhan kredit kembali normal.

Aktris Kim Sae-ron Mundur dari Drama Dear M, Ada Konflik?

Sementara itu perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Nofa Hermawati, dalam sambutannya menyampaikan jika 2020 ini bukan tahun yang mudah. "Ada tantangan yang sebelumnya tidak bisa diprediksi, yaitu pandemi Covid 19. Namun begitu tantangan yang sangat besar itu dijawab dengan baik oleh perbankan. Untuk BPR/BPRS di wilayah Boyolali, pertumbuhan aset lebih tinggi dibanding Soloraya dan Jawa Tengah," kata Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Solo tersebut. Menurut data OJK hingga Agustus, aset BPR/BPRS di Kabupaten Boyolali tumbuh 15,57%, DPK tumbuh 22,25%, dan kredit tumbuh 2,99%.

Upaya yang harus dilakukan untuk menjawab tantangan, salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Untuk itu OJK mengapresiasi keenam BPR di Boyolali, yang terus mendorong masyarakat untuk terus menabung dalam bentuk tabungan bersama.

Ada berbagai hadiah yang diundi dalam program tersebut. Di anyaranya adalah  mobil, sepeda motor, sepeda gunung, televisi dan lemari es yang siap dibawa pulang.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom