Berpikir Positif Berlebihan Ternyata Bisa Berakibat Fatal

Pemkab Wonogiri meminta warga tak berpikir positif secara berlebihan lantaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah landai.

 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (24/9/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (24/9/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri meminta warga tak berpikir positif secara berlebihan atau toxic positivity lantaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah landai.

Pemikiran atau kegembiraan yang berlebihan bisa berakibat fatal. Warga juga diminta mematuhi jika nanti Pemkab mengambil kebijakan khusus untuk mencegah penularan Covid-19 pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui Solopos.com di pendapa rumah dinasnya, Jumat (27/11/2021), menyampaikan kondisi yang mulai membaik ini sebaiknya diimbangi dengan sikap waspada. Meski sudah divaksinasi secara lengkap pun warga tak boleh lengah.

Baca Juga: Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Covid-19 tetap menjadi ancaman. Terlebih, penularan Covid-19 di daerah dan negara lain kembali meningkat. Bupati mengimbau warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai kondisi yang membaik ini justru membuat warga merasa aman, sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

“Warga jangan euforia. Kami mengedukasi masyarakat dengan tetap memberi pembatasan-pembatasan tertentu, meski kegiatan masyarakat sudah longgar. Misalnya, warga boleh menggelar hajatan di rumah, tetapi kami tetap melarang pelaksana hajatan menampilkan hiburan,” ucap lelaki yang akrab disapa Jekek itu.

Kebijakan itu menunjukkan, lanjut dia, bahwa Covid-19 masih mewabah sehingga warga harus tetap waspada. Penegakan disiplin protokol kesehatan juga masih terus dilaksanakan pihak terkait. Kegiatan dilaksanakan di seluruh wilayah. Warga yang kedapatan tak memakai masker diminta selalu memakainya, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dalam jaringan (daring), toxic positivity adalah kondisi di mana orang berpikir harus memberikan keyakinan positif pada semua pengalaman, bahkan yang sangat tragis. Contoh toxic positivity di tengah pandemi Covid-19, seperti mengganggap Covid-19 hanya flu biasa.

Pemikiran tersebut dapat membuat merasa aman lalu berkurumun lagi. Contoh lainnya, rasa bahagi dapat meningkatkan imunintas atau kekebalan tubuh. Perasaan ini dapat membuat merasa aman, lalu melepas masker. Contoh lain, merasa aman setelah divaksinasi lengkap lalu mengabaikan protokol kesehatan.

Berdasar data kasus Covid-19 di Kabupaten Wonogiri beberapa hari terakhir, penambahan kasus terkonfirmasi positif harian minim. Kadang hanya bertambah satu kasus.

Baca Juga: Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Bahkan, kadang tidak ada tambahan kasus. Contohnya, pada Kamis (25/11/2021) hanya ada tambahan satu kasus terkonfirmasi positif. Hingga hari itu kasus tercatat 12.159 kasus. Pada sisi lain, cakupan vaksinasi dosis I hingga hari yang sama tercatat 784.140 orang atau 91,67 persen dari total sasaran 855.663 orang.

 

Nataru

Terkait kebijakan pencegahan penularan Covid-19 pada momentum Nataru, Bupati belum mengambil keputusan. Dia masih akan mempelajari ketentuan yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru yang berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Inmendagri mengamanatkan daerah di Jawa dan Bali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Bupati menyatakan, Inmendagri akan menjadi panduannya dalam menentukan kebijakan.

Baca Juga: 1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

“Nanti kebijakannya tinggal kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” imbuh Bupati.

Sebagai informasi, saat ini Kabupaten Wonogiri berada di wilayah aglomerasi PPKM Level 2. Pemkab membuat kebijakan pelonggaran, seperti membolehkan tempat wisata dibuka, pedagang berjualan di Alun-Alun Giri Krida Bakti, membolehkan warga menggelar hajatan, tetapi tanpa hiburan, pembelajaran digelar dengan tatap muka dari sebelumnya jarak jauh, dan kebijakan lainnya. Saat masih PPKM Level 3 pembatasan kegiatan masyarakatan masih diperketat.

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Sosiolog UNS Solo: Penanganan Vandalisme Butuh Pemahaman Akar Persoalan

Menurut sosiolog, mengatasi kasus vandalisme yang marak di Kota Solo harus dengan pemahaman pada akar persoalan dan latar belakang munculnya aksi tersebut.

Tanpa Ini, Pemimpin Baru Mangkunegaran Solo Tidak akan Punya Otoritas

Pemimpin baru Pura Mangkunegaran Solo mempunyai tanggung jawab besar, termasuk dalam menjadi petugas hubungan masyarakat (humas).

Ada 80 IPAL, Pencemaran Limbah di Kali Jenes Solo Masih Saja Terjadi

Meski sudah ada 80 IPAL untuk mengolah limbah industri, pencemaran air Kali Jenes di Kota Solo terus saja terjadi dan menjadi keluhan masyarakat di sepanjang DAS.

Saran Warga Solo: Pelaku Vandalisme Dihukum Coret-Coret Rumah Sendiri

Pemkot Solo diharapkan lebih tegas dalam menerapkan aturan dan sanksi bagi para pelaku vandalisme, salah satunya hukuman mencoret-coret rumah sendiri.

Pedagang Gorengan di Sragen Kesulitan Dapat Minyak Goreng di Minimarket

Para pedagang kesulitan mendapatkan minyak di minimarket karena pembelian dibatasi dan saat mau beli sering habis.

Edukasi Budaya, KKN UGM Klego Gelar Lomba Mewarnai Wayang

Tim KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar lomba mewarnai wayang dan pameran lukisan wayang di Klego, Boyolali.

Bertahan Lebih dari 250 Tahun, Begini Kisah Perjalanan Pasar Legi Solo

Pasar Legi Solo telah melewati perjalanan panjang sejarah sejak kali pertama didirikan oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa alias Mangkunagoro I pada 1750-an.

DPC Partai Demokrat Boyolali Ingin Berkolaborasi dengan PDIP

Partai Demokrat Boyolali akan menjalin komunikasi dengan PDIP baik di tingkat DPC, PAC, maupun ranting.

Keren! Kisah Bakul Mi Ayam Solo Diangkat Jadi Serial Drama Komedi

Kisah nyata seorang bakul mi ayam di Kota Solo diangkat menjadi cerita drama seri komedi yang akan tayang di Youtube tak lama lagi.

Panasi Mesin, Partai Demokrat Boyolali Targetkan 1 Dapil 1 Kursi

DPC Partai Demokrat Boyolali menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2024.

Hujan Angin Landa Karangmalang Sragen, 5 Rumah Tertimpa Pohon

Lima rumah di wilayah Bantar RT 007 Kecamatan Karangmalang Sragen tertimpa pohon setelah hujan deras disertai angin kencang di Sragen.

Uji Laboratorium Vaksin Booster, Antibodi Naik 100-800 Kali Lipat

Peningkatan antibodi sampai 100-800 kali lipat itu diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium para nakes yang melakukan vaksinasi booster lebih dulu.

Menu Plaza Rawa Jombor Kini Bervariasi, Ada Soto hingga Chicken Katsu

Sejak pindah ke Plaza Kuliner Nyi Ageng Rakit, eks pengusaha warung apung Rawa Jombor kini tak hanya menyajikan menu olahan ikan air tawar.

Plaza Kuliner Rawa Jombor Dibuka, Diisi 17 Pedagang Eks Warung Apung

Dari 28 kios, Plaza kuliner Nyi Ageng Rakit kini diisi 17 pedagang yang sebelumnya memiliki usaha warung apung dan pemancingan di Rawa Jombor.

Tumbuh Cepat, Eceng Gondok Kembali Penuhi Rawa Jombor

Sekitar 20 persen dari total luas perairan Rawa Jombor hijau gegara tertutup tumbuhan air tersebut.

Seliweran di Kartasura Sukoharjo, 7 Motor Knalpot Brong Disita Polisi

Tujuh pengendara motor yang menggunakan knalpot brong dan berkeliaran di wilayah Kartasura, Sukoharjo, terjaring razia dan motornya disita.