Berolahraga di Atas Bus Berjajar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 5 April 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret.

Berolahraga di Atas Bus Berjajar

SOLOPOS.COM - Agus Kristiyanto (Istimewa/Dokumen pribadi).

Solopos.com, SOLO -- Melakukan aktivitas olahraga di atas bus adalah sesuatu yang tidak dianjurkan. Di samping jelas tak lazim dan ”tak senonoh”, hal tersebut tentu sangat mengundang risiko besar bagi keselamatan diri dan orang lain, apalagi bila bus dalam keadaan bergerak dan berkecepatan.

Kendati demikian, ”olahraga di atas bus” kemungkinan besar akan benar-benar terjadi di Kota Solo pada masa depan. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mulai membuat kesepakatan yang menguat tentang pembangunan sport center di lantai II Terminal Bus Tirtonadi Solo.

Aktivitas olahraga di atas bus yang berjajar tentu tidak secara harfiah dalam mengartikannya. Maksud yang sebenarnya adalah suatu saat nanti akan banyak masyarakat berolahraga di lantai atas yang di bawahnya banyak bus yang berjajar.

Lompatan ide Mas Wali Kota ini patut diapresiasi karena prinsip dari pengembangan infrastruktur publik itu memang harus diproyeksikan untuk menyesuaikan dengan kecenderungan masyarakat kini dan terutama kebutuhan masa depan.

Berbicara tentang infrastruktur tentu logika yang digunakan adalah lompatan. Lompatan (jumping) dalam gerak olahraga memiliki esensi sebagai sebuah aktivitas yang membutuhkan daya ledak (explosive power). Perpaduan antara modal explosive power dengan penguasaan teknik yang tepat akan menghasilkan prestasi terbaik.

Logika berikutnya adalah bahwa infrastruktur itu merupakan bentuk prasarana publik yang bersifat dengan penggunaan jangka panjang. Direncanakan dan dibangun sekarang tetapi secara fungsional memiliki nilai pragamatis secara futuristik untuk masa depan.

Misalnya, terdapat banyak pelajaran berharga dari keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perencanaan pembangunannya dulu dianggap aneh oleh banyak pihak, apalagi sudah ada Bandara Kemayoran dan bandara Halim Perdanakusuma.

Nilai pragmatis dirasakan pada kemudiaan hari karena membuka akses dan konektivitas secara luas antardaerah, antarnegara, dan antarbenua yang menyebabkan dinamika kehidupan dan pembangunan terakselerasi secara signifikan.

Terminal Bus Tirtonadi merupakan salah satu ikon penting Kota Solo sejak dulu. Terminal yang berada di tengah kota tersebut sangat ramai dan menghubungkan antarkota dalam provinsi maupun antarkota antarprovinsi.

Perkembangan kini menunjukkan terminal bus tirtonadi menjadi pusat penghubung antarmoda transportasi. Pembangunan sky bridge, misalnya, menjadikan konektivitas bus dan kereta api semakin nyata. Stasiun Balapan seolah-olah tidak terpisah dengan Termina Bus Tirtonadi.

Pada saat masyarakat telah memiliki banyak pilihan alat transportasi, fungsi terminal bus memang harus beradaptasi dengan perubahan. Perubahan Terminal Bus Tirtonadi merupakan tantangan sekaligus peluang untuk menyambut metamorfosis Kota Solo sebagai kota yang memiliki fungsi sewu kutha.

Orientasi lompatan infrastruktur yang memetamorfosiskan Terminal Bus Tirtonadi tentu saja juga secara ideal dikembangkan sebagai fungsi sewu kutha. Artinya, bahwa terminal bus yang awalnya hanya menjadi tempat persinggahan bus yang mengangkut para penumpang dari dan ke berbagai kota tujuan harus melakukan reorientasi pengembangan.

Terminal modern memiliki bersifat multifungsi yang mengintegrasikan mobilitas penumpang, barang, dan jasa masyarakat modern. Terminal bus masa depan akan berfungsi bagai USB port yang memiliki banyak lubang colokan untuk sewu flasdisk. Olahraga yang bersifat multidemsi akan turut mengintegrasikan ”ribuan file” yang terutama berbasis pada perbaikan indeks ruang terbuka olahraga.

Indeks

Merupakan informasi yang menggembirakan tatkala di lantai II Terminal Bus Tirtonadi nanti akan dibangun sebuah sport center, di samping fungsi lain seperti hall serbaguna, dan sebagainya. Setidaknya terdapat empat alasan penting di balik sikap gembira terhadap rencana pembangunan sport center yang terintegrasi di lantai atas Terminal Bus Tirtonadi.

Pertama, pemenuhan ruang publik olahraga bagi masyarakat ke depan dapat menaikkan indeks ruang terbuka olahraga bagi masyarakat. Ruang terbuka olahraga adalah ruang yang didesain untuk olahraga (indoor maupun outdoor) yang dapat diakses oleh masyarakat.

Dari hasil pengukuran versi sport development index (SDI), indeks ruang terbuka olahraga Kota Solo sebesar 0,33. Artinya masih sangat diperlukan penambahan ruang terbuka menuju pada kelayakan. Penambahan ruang terbuka olahraga dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi maupun intensifikasi.

Ekstensifikasi yakni menambah jumlah ruang berolahraga, sedangkan intensifikasi adalah sebuah cara untuk mengalihkan fungsi ruang publik. Intensifikasi biasa dilakukan untuk mempersilakan ruang yang awalnya tidak didesain untuk olahraga, tetapi kemudian bisa digunakan untuk olahraga pada waktu tertentu.

Misalnya adalah area car free day yang disediakan sebagai ruang potensial berolahraga yang bisa diakses publik pada setiap Minggu pagi. Kedua, sebagai wujud keberpihakan terhadap arti pentingnya ruang berolahraga bagi masyarakat kebanyakan.

Terminal bus bagaimanapun tetap harus dijaga bukan sebagai ruang eksklusif sebagaimana sebuah bandara internasional. Citra positif tentang arti pentingnya ruang berolahraga merupkan hal yang harus ditumbuhkan. Sudah menjadi rahasia umum, membangun unit bangunan baru biasanya memberi ekses terhadap tergusurnya ruang terbuka olahraga bagi masyarakat awam.

Ketiga, sport center di Terminal Bus Tirtonadi sebagai sarana mengintegrasikan fungsi edukasi, relasi sosial, gaya hidup sehat aktif, dan pertumbuhan ekonomi. Konsepnya bukan semata-mata menduplikasi seperti ruang aktivitas training camp, padepokan, gelanggang olahraga, atau venue cabang olahraga.

Pada masa depan dapat didesain dalam konsep ruang berolahraga, tetapi sekaligus bisa berfungsi sebagai ruang terbuka untuk “ruang lobi”. Tempat menggembirakan bagi bertemunya para pemangku kepentingan olahraga dan menjadi titik kumpul (assembly point) berbagai unsur pentahelix keolahragaan multilingkup.

Tentu saja tetap harus berbasis pada event yang terselenggara dalam cakupan sport-preneurship dan sport-tainment, gaya hidup kolektif masyarakat generasi kekinian, serta misi pengembangan sport tourism dan sport industry.

Keempat, sebagai ruang penyiapan panggung atau etalase festival olahraga rekreasi dan industri kreatif olahraga generasi milenial. Desain sport center Terminal Bus Tirtonadi merupakan panggung representatif yang memiliki muruah tinggi. Memenuhi kelayakan untuk penyelenggaraan event besar dari berbagai penjuru domestik, bahkan luar negeri.

Sport center ini juga potensial untuk menyinergikan tumbuhnaya kebutuhan transportasi massal, menggiatkan kebutuhan kuliner, cenderamata, prasarana olahraga produk domestik, promosi aneka olahraga tradisional, serta pengemasan destinasi wisata yang dipadukan dengan event budaya dan olahraga.

Sport center Terminal Bus Tirtonadi berpotensi menjadi area magnetik yang besar. Bukan mimpi pada siang bolong jika sejak awal memang direncanakan secara matang dan serius. “Olahraga di atas bus yang berjajar” akan menjadi hal yang lazim. Mereka memanfaatkan fungsi edukatif, healthy life style, relasi sosial yang terintegrasikan dengan aneka bentuk mobilitas aktivitas masyarakat modern.

Lokasi ini juga akan menjadi area tata kebiasaan baru olahraga yang berbasis pada komodifikasi olahraga, wisata, dan industri. Fungsi sewu kutha  akan terus menggema dan berkesinambungan sebagai tempat yang dirindukan, sebagaimana lirik lagu sang maestro campursari Didi Kempot. ”...sak tenane aku ora ngapusi, isih tresna sliramu...”

Berita Terkait

Espos Premium

Siasat Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Siasat Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Pemudik yang berdatangan melalui Terminal Ir. Soekarno Klaten bertambah, namun jumlahnya belum signifikan. Pemkab Klaten mencatat mayoritas pemudik menggunakan kendaraan pribadi.

Berita Terkini

Wantok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 28 April 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Rumah Tempat Debat dan Mufakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 26 April 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncel Bilik Literasi.

Pelajaran Dari Gawok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 23 April 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Sinergi Mencegah Perkawinan Anak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Retno Winarni, guru Bahasa Indonesia di SMAN Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Bisnis Monyet Tanaman Hias

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 April 2021. Esai ini karya Nadia Aliya Azki, mahasiswa Program Studi Manajamen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(Andai) Demokrasi Tanpa Oligarki

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 19 April 2021. Esai ini karya Siti Farida, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.

Perlawanan Perempuan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Singkong Goreng dan Segelas Wine

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 16 April 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI)

Punden-Punden Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 15 April 2021. Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., dosen di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Membaca Perempuan Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 24 April 2021. Esai ini karya Ayu Prawitasari, jurnalis Solopos.

Bukan Cuma Kebaya dan Sanggul

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 22 April 2021. Esai ini karya Elly Jauharah Asriani, guru Matematika di MTsN 7 Klaten, Jawa Tengah.

Menunggu Musikus Jadi Kaya Raya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 17 April 2021. Esai ini karya Tito Setyo Budi, doktor Kajian Musik, wartawan, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Kabupaten Sragen.

UUD 1945 dan the Living Constitution

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 13 April 2021. Esai ini karya Salma Abiyya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Menyikapi Waktu Subuh Yang Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 12 April 2021. Esai ini karya Muh. Nursalim, Ketua Komisi Kajian Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sragen.

Investasi Sosial Wakaf Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 9 April 2021. Esai ini karya Wawan Sugiyarto, analis Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dan peraih gelar akademis PhD di Queensland University of Technology, Brisbane, Australia.

Dihantui Masa Lalu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 14 April 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Teror dan Agama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 6 April 2021. Esai ini karya Arif Yudistira, tuan rumah Pondok Filsafat Solo.

Berolahraga di Atas Bus Berjajar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 5 April 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret.

Cerita dari Bontang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 7 April 2021. Esai ini karya Suwarmin, wartawan Solopos.

Mencegah Terorisme Lagi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 3 April 2021. Esai ini karya Soleh Amini Yahman, psikolog dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Catur dan Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 1 April 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Film sebagai Sumber Sejarah Alternatif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 31 Maret 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Harapan Kota Solo Bebas dari Sampah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 29 Maret 2021. Esai ini karya Mochamad Syamsiro, Direktur Center for Waste Management and Bioenergy dan dosen di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta.

Lupakan Saja Swasembada Gula

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 24 Maret 2021. Esai ini karya Jojo, kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor atau IPB University.

Tema dan Kontroversi Lama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Maret 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi.

Sisi Lain Proyek Mercusuar Presiden Joko Widodo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 27 Maret 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Filantropi Ruwahan Era Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Maret 2021. Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Fakultas Adab dan Bahasa Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Pekerjaan Rumah Mas Wali

Soloraya akan menjadi megapolitan baru. Apalagi bila Mas Wali dapat memimpin langkah sinergi dan kolaborasi dengan pemerintahan lainnya di kawasan Soloraya.

Youtube Lebih daripada Televisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 Maret 2021. Esai ini karya Imam Subkhan, pengelola studio dan pembuat konten yang tinggal di Karanganyar.

Aspek Pajak dalam Zakat ASN

Rencana pemerintah untuk memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5% untuk pungutan zakat kembali naik ke permukaan.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universita Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Rekayasa Sosial dan Ubah Laku

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Rumah Versus Sekolah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 19 Maret 2021. Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015), tertarik dengan tema-tema filsafat pendidikan, filsafat agama, dan ekonomi politik.

Pencurian Artefak Bersejarah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 18 Maret 2021. Esai ini karya Christianto Dedy Setyawan, guru Sejarah di SMA Regina Pacis Solo dan anggota staf Litbang Soeracarta Heritage Society.

Toleransi Bukan Sekadar Kata-Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Solopos Institute dan Pemimpin Proyek Internalisasi Literasi Keberagaman Melalui Jurnalisme di SMA/SMK di Soloraya yang dikelola Solopos Institute.

Jebakan Wacana Tiga Periode

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Ronny P. Sasmita, analis senior di Indonesia Strategic and Economic Action Institution.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Sejuta Ton Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Penguatan Demokrasi di Daerah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 13 Maret 2021. Esai ini karya M. Dwi Sugiarto yang tertarik dengan tema-tema demokrasi dan pemilihan umum, pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Kecamatan Teras pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Boyolali 2020.

Pendidikan Nonformal yang Terlupakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 9 Maret 2021. Esai ini karya Muhammad Ivan, Sarjana Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta dan analis kebijakan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Macet Itu Menyenangkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 12 Maret 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, jurnalis senior Bisnis Indonesia atau GrupJaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Prioritas Pembangunan Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 6 Maret 2021. Esai ini karya Mulyanto, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan Ketua Bidang Kajian dan Publikasi ISEI Solo.

”Ular Besi” Vorstenlanden

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 20201. Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan pelaju KRL dan Prameks Solo-Jogja.

UNS di Sepuluh Besar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Solo.

AHY versus Moeldoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 8 Maret 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Perpisahan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Pengadaan Tanah untuk Tol Solo-Jogja

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 2 Maret 2021. Esai ini karya Himawan Pambudi, sosiologi perdesaan yang bekerja sebagai pekerja sosial di Yayasan Satunama dan warga yang tinggal di Kabupaten Klaten dan terdampak pembangunan tol Solo-Jogja.

Media Massa dan Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 1 Maret 2021. Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar jurnalisme di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Green Wasathiyyah Campus

Green Wasathiyyah Campus adalah kepedulian terhadap sustainability/keberlanjutan, bagaimana manusia tidak hanya sekadar memikirkan cara bertahan hidup di masa sekarang tetapi juga berpikir untuk kehidupan jangka panjang.

Subsidi Agrobisnis Pangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 22 Februari 2021. Esai ini karya Agus Wariyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Orang Kaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 23 Februari 2021. Esai ini karya Yohanes Bara, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan pengelola Tobemore Learning Center di Cangkringan, Sleman, DIY.

Clubhouse dan Kesan Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 26 Februari 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Menerka Pesta Demokrasi 2024

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Februari 2021. Esai ini karya Nursahid Agung Wijaya, Kepala Subbagian Keuangan Umum dan Logistik Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri.

Keruntuhan Imajinasi Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Februari 2021. Esai ini karya Abdul Jalil, jurnalis Solopos dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Buzzer, Politik, dan Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 20 Februari 2021. Esai ini karya Dwi Munthaha, peneliti di Bhuminara Institute dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

The Chinese Way

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 19 Februari 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Sinetron New Normal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 25 Februari 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Jurnalisme Mesin Pencari

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 8 Februari 2021. Esai ini karya Djoko Subinarto, bloger dan kolumnis.

Mengabaikan Kompetensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Februari 2021. Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mengkritik sebagai Kultur

Gagasan ini dimuat Harian Solopos esisi Selasa, 16 Februari 2021. Esai ini karya Damar Tri Afrianto, dosen di Institut Seni dan Budaya Indonesia Sulawesi Selatan.

Larry King dan Komunikasi Efektif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Februari 2021. Esai ini karya Satrio Wahono, alumnus Magister Filsafat Universitas Indonesia dan dosen di Universitas Pancasila.

Alat Uji PCR Masih Jauh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 5 Februari 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, jurnalis Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Bonus Demografi di Tengah Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 30 Januari 2021. Esai ini karya Sri Hartanti Sulistyaningsih, Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali.

Akeh Apike

Tentang berfikir positif, ketimbang larut pada racun pikiran negatif. Tentang menebar harapan, ketimbang menabur virus ketakutan, apalagi kecemasan.

Menertawakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu 3 Februari 2021. Esai ini karya Sholahuddin, aktif di Solopos Institute.

Cetak Biru Pemajuan Kesenian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 6 Februari 2021. Esai ini karya B.R.M. Bambang Irawan, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan Ketua Dewan Kesenian Kota Solo periode 2017-2020.

Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 1 Februari 2021. Esai ini karya Ajie Najmuddin, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Kota Solo.

Politisasi Kesehatan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 20 Januari 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Transformasi Jangan Pergi Kala Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 29 Januari 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Kekuatan (Doa) Perempuan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 27 Januari 2021. Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, lahir di Kota Solo.

Dekonstruksi Makna Bencana

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 26 Januari 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Rejuvenate

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 27 Januari 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, Jurnalis Solopos.

Apakah Anda Punya Waktu?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 25 Januari 2021. Esai ini karya Ayu Prawitasari, jurnalis Solopos.

Memberdayakan Batik Solo Trans

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 13 Januari 2021. Esai ini karya Djoko Setijowarno, dosen di Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia.

Stadion Serbaguna Manahan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 12 Januari 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret dan anggota tim ahli Sport Development Index.

Oposisi Simbolis Petani

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 9 Januari 2021. Esai inikarya Tri Rahayu, jurnalis Solopos.

PSBB Setelah Empat Kali Revisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 8 Januari 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, jurnalis senior Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Wilayah Bebas dari Korupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 5 Januari 2021. Esai ini karya Raden Hary Sutrasno, pengawas di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Klaten dan alumnus Magister Hukum Universitas Gadjah Mada.

Park Seo-joon dan Boga Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 6 Januari 2021. Esai ini karya Setyaningsing, esais dan penulis buku Kitab Cerita (2019) dan Kaum Novel (2020), penikmat es kacang merah.

Dilema Iklan Pemerintah Daerah di Media Massa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 4 Januari 2021. Esai ini karya Abdul Jalil, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Wajah Jurnalisme Masa Depan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 2 Januari 2021. Esai ini karya Diah Ayu Candraningrum, dosen Komunikasi Digital di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Jakarta, dan mahasiswa Program Doktor Studi Ilmu Komunikasi Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 30 Desember 2020. Esai ini karya Mochamad Syamsiro, Direktur Center for Waste Management and Bioenergy dan dosen Jurusan Teknik Universitas Janabdara Yogyakarta.

Game Theory Perombakan Kabinet

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 29 Desember 2020. Esai ini karya Dwi Munthaha, peneliti di Bhuminara Institute dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

Herry Priyono dan Manusia Ekonomi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 28 Desember 2020. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Menanti Kinerja Wali Kota Rasa Presiden

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 22 Desember 2020. Esai ini karya Nurmadi H. Sumarta, mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan dan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

Natal dan Regulasi Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 26 Desember 2020. Esai ini karya Aloys Budi Purnomo, Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijopranoto Semarang.

Kampus Hijau untuk Siapa?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 19 Desember 2020. Esai ini karya Suryanto, dosen di Fakultas Ekonomi dan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret.

Sejarah Terapan dan Sejarawan Solutif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 16 Desember 2020. Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.

Ibu dalam Sejarah dan Tulisan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 23 Desember 2020. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi.

Kapan Keluar dari Resesi Ekonomi?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 14 Desember 2020. Esai ini karya B.R.M. Bambang Irawan, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

Korupsi Dua Menteri dan Kebangkitan KPK

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 12 Desember 2020. Esai ini karya Mohammad Jamin, dosen Sosiologi Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Kepergian Seorang Hamba

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 11 Desember 2020. Esai ini karya Aloysius Waryono, guru di SMKN 2 Klaten dan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung.

Butuh Kepastian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 16 Desember 2020. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Destinasi Wisata Inklusif untuk Semua

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 5 Desember 2020. Esai ini karya Mulyanto Utomo, wartawan senior yang tinggal di Kota Solo.

Pilkada Tanpa Kontrak Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 15 Desember 2020. Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen IAIN Surakarta dan Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Surakarta.

Pesan Konglomerat dari Singapura

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 4 Desember 2020. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Membumikan Literasi Fisik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 2 Desember 2020. Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret.

Prioritas Bantuan Langsung Tunai Desa di Masa Pandemi Covid-19

Pemerintah memberikan bantuan bagi masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19 salah satunya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.