Wali Kota Madiun, Maidi, membawa seekor ayam pelung di arena Kontes Besar Ayam Pelung di Lapangan Gulun, Minggu (17/11/2019). (Istimewa-Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun menyelenggarakan Kontes Besar Ayam Pelung di Lapangan Gulun, Minggu (17/11/2019). Ada 250 peserta yang ikut kontes ini.

Kontes ayam pelung ini baru kali pertama diselenggarakan Pemkot Madiun. Peserta memperebutkan piala wali kota Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan kontes ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa ayam pelung merupakan salah satu kekayaan alam dari Cianjur dan Garut, Jawa Barat.

Namun, banyak masyarakat Madiun yang belum mengetahui. Untuk itu, kontes ini sekaligus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jenis ayam.

Menurut Maidi, selama ini jenis ayam yang jamak dikenal yaitu ayam kate, ketawa, serta bangkok. Padahal, ada satu jenis ayam lain yaitu ayam pelung.

"Ayam pelung ini punya nilai ekonomis tinggi. Harga anakan saja sudah mencapai Rp300.000. Kalau ini bisa berkembang di sini, bisa menjadi ladang usaha masyarakat," kata Maidi.

Ayam pelung ini memiliki ukuran yang rata-rata lebih besar daripada ayam kampung lain. Satu ekor ayam ini beratnya bisa 7 kilogram dengan tinggi 50 sentimeter. Selain memiliki perawakan yang besar, ayam pelung juga memiliki bulu indah berkilau.

Melihat potensi ekonomisnya, Maidi berencana mengembangkan ayam pelung. Ia juga akan meminta Dinas Pertanian untuk melakukan studi banding ke Cianjur untuk belajar tentang ayam pelung.

"Di sana untuk belajar bagaimana cara membudidayakan ayam ini. Hingga menggelar kontes yang besar supaya Madiun dan ayam ini bisa lebih mendunia," kata dia.

Ketua Umum Himpunan Penggemar dan Peternak Ayam Pelung (Hippap) Nusantara,  Iwan Rio Mustofa, mengaku sangat senang atas penyelenggaraan kontes ayam pelung. Kontes ini menjadi salah satu kepedulian wali kota atas kelestarian ayam pelung.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten