Bermula Dari 1 Guru Positif Tanpa Gejala, Begini Kronologi Penularan Covid-19 SMAN 1 Polokarto Sukoharjo
Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Penularan virus corona atau Covid-19 di kalangan guru SMAN 1 Polokarto, Sukoharjo, bermula dari seorang guru yang positif namun tanpa gejala.

Awalnya guru itu tidak tahu ia terpapar Covid-19 sehingga beraktivitas seperti biasa dan berinteraksi dengan guru-guru lainnya di sekolah. Sebagai catatan, meski para siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah, para guru dan pegawai SMAN 1 Polokarto tetap datang ke kantor untuk memandu PJJ tersebut.

Sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, guru SMAN 1 Polokarto yang pertama terpapar itu sempat melakukan perjalanan keluar daerah. Namun karena tidak mengalami gejala ia tetap beraktivitas seperti biasa.

Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong, Begini Pengakuan Bakul Gorengan Pasar Kembang Solo

Tak lama kemudian, salah satu anggota keluarga guru tersebut terkonfirmasi positif corona. Guru itu pun kemudian menjalani uji swab dan hasilnya positif.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Polokarto kemudian melakukan tracing kontak guru yang terkonfirmasi positif corona itu. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (11/11/2020), ada 17 guru yang menjadi kontak erat.

Para guru tersebut menjalani uji swab dengan pengambilan sampel cairan tenggorokan pada 4 November oleh Puskesmas Polokarto. Hasil uji swab keluar pada 10 November yang menyebutkan 10 guru SMA tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 sementara satu guru lainnya inkonklusif.

203 Pedagang Pasar Kembang Solo Tertipu Investasi Bodong Hingga Rp500 Juta, Pelakunya Bakul Gorengan

Guna mencegah persebaran Covid-19, SMAN 1 Polokarto tutup sementara mulai 10 November. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, mengatakan sudah mendapat laporan penutupan sementara SMAN 1 Polokarto beserta surat salinan hasil uji swab para guru sekolah setempat.

Mengantisipasi Penularan

“Ada salah satu guru terpapar Covid-19 dan berinteraksi dengan guru lainnya di sekolah. Setelah ditelusuri satuan tugas Covid-19 di tingkat kecamatan, ada 17 kontak erat pasien positif dan langsung menjalani uji swab,” katanya kepada Solopos.com, Rabu.

Darno langsung berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah itu.

11 Guru Positif Covid-19, SMAN 1 Polokarto Sukoharjo Tutup Sementara

SMAN 1 Polokarto tutup sementara hingga para guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 sembuh. Disdikbud Sukoharjo mencatat sebelumnya ada satu guru SMP wilayah Gatak yang positif Covid-19.

Saat ini, guru tersebut sudah sembuh dan kembali beraktivitas di sekolah. “Ini kasus kali pertama penutupan sementara sekolah akibat pandemi Covid-19. Saya berharap para guru dan karyawan sekolah mematuhi anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Polokarto, Sutikno, menyampaikan aktivitas sekolah tutup sementara mulai 10 November sekitar pukul 09.00 WIB. Kebijakan ini untuk menghambat laju persebaran Covid-19. Sutikno berharap para guru segera sembuh dan kembali membimbing dan mengajari materi pelajaran kepada siswa.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom