Berkat PPKM, Penambahan Kasus Covid-19 di Boyolali Menurun
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina (Boyolali.go.id)

Solopos.com, BOYOLALI - Penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali diklaim menurun setelah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina. Pernyataan Ratri itu mengacu pada pertambahan kasus positif Covid-19 di Boyolali dari data harian maupun mingguan.

Baca Juga: Truk Tangki Air Terguling di Kebun Kol Jenawi Diawali Kabin Terbuka, Begini Kronologinya

"Kemarin-kemarin update data harian masih sering di atas angka 50 pasien. Sekarang di bawah 50 pasien. Untuk rekap mingguan tertinggi di angka 328, sekarang sudah berkurang di angka kurang dari 100," kata dia.

Menurutnya penurunan kasus Covid-19 di Boyolali salah satunya merupakan dampak dari pelaksanaan PPKM maupun PPKM Mikro. "Dengan PPKM, mobilitas masyarakat otomatis dibatasi dan ini sangat membantu menurunkan jumlah kasus positif," lanjut dia.

PPKM skala mikro yang diterapkan di Boyolali sendiri masih akan berlangsung hingga 8 Maret 2021 mendatang. Belum diketahui apakah program itu akan dilanjutkan lagi atau bakal dihentikan.

Baca Juga: Misteri Makam Kuno di Kemalang Klaten Selamat dari Erupsi Merapi, Punya Siapa Ya?

Sementara itu, menilik situs resmi Pemkab Boyolali, kumulatif kasus Covid-19 di Boyolali per 28 Februari 2021 mencapai 5.433. Sebanyak 5.037 pasien sudah dinyatakan sembuh, serta 194 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Sejauh ini masih ada 202 aktif dengan perincian 49 pasien dirawat di fasilitas kesehatan, sedangkan 153 orang menjalani isolasi mandiri. Pemkab berharap masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

Baca Juga: Kronologi Rombongan Perguruan Silat & Tukang Parkir Gegeran di Karanganyar, Ternyata Gegara Ini



Berita Terkini Lainnya








Kolom