Berkat Facebook, Identitas Jasad di Bengawan Solo Terungkap
Tim gabungan SAR, BPBD, TNI, dan Polri mengevakuasi jenazah warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, yang ditemukan hanyut di Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Dawung, Jenar, Sragen, Kamis (27/2/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Identitas Mister X yang ditemukan tak bernyawa di perairan Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Butuh RT 002/RW 012, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabuaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (27/2/2020), akhirnya terungkap.

Identitas jasad tersebut terungkap setelah Kapolsek Jenar AKP Ali Ma'mun mengunggah ciri-ciri korban ke Facebook, Jumat (28/2/2020). Jenazah lak-laki dengan tinggi badan 165 cm itu bernama Yuliagnus Yoshua yang lahir 7 Juli 1977 asal Kampung/Kelurahan Sangkrah RT 002/RW 012, Pasar Kliwon, Solo, Jateng.

Ciri-ciri jasad yang diunggah Ali di antaranya tinggi badan 165 cm, kaus dalam warna merah berkerah bertuliskan Sosis Bahari Walobo, baju lengan panjang warna cokelat lurik kuning, celana pendek bertuliskan "aurtentik styler", dan tangan kanan cacat.

"Ciri-ciri itu saya unggah di Facebook. Kemudian ada seorang Facebook-er bernama Tri Sumarni yang komentar. Ibu itu mengaku kalau jenazah itu seperti tetangganya di Sangkrah. Atas dasar itu, saya menghubungi Wakapolsek Pasar Kliwon untuk memastikan. Ternyata benar. Keluarga korban datang ke RSUD Sragen untuk mengambil jenazah pada pukul 05.00 WIB," ujar Ali mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat dihubungi Solopos.com, Jumat (28/2/2020) siang.

Ali menjelaskan berdasarkan keterangan keluarga, Yuliagnus tinggal seorang diri dan bekerja sebagai tukang rosok. Ia menjelaskan korban diketahui tidak pulang sejak Minggu (23/2/2020) lalu.

Penjaga kamar mayat RSUD Sragen, Dedy, mengatakan namanya diketahui Yuliagnus Yoshua, warga Sangkrah RT 002/RW 012, Pasar Kliwon, Solo. Jenazah kemudian diambil sang adik, Sudibyo, sekitar pukul 05.00 WIB.

"Kronologi hanyutnya di Bengawan Solo tidak ada yang mengetahui. Bahkan adiknya pun tidak tahu karena korban hidup sendiri. Tetangga korban melihat korban terakhir pada Minggu pagi," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, mengatakan korban tinggal sendiri di rumahnya, sedangkan keluarganya tinggal di Nguter, Sukoharjo. Sugeng juga mengaku tak mendapatkan informasi tentang kronologi korban yang hanyut di Bengawan Solo itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho