Tutup Iklan -->
Berkat Contravid, Hasil Swab 7 Peserta Ijtima Gowa di Sragen Negatif Covid-19
Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono berencana memproduksi massal minuman Contravid buatan warga Solo itu saat jumpa pers di Taman Dayu Park Sragen, Senin (18/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak tujuh warga Sragen yang juga peserta ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan, menyampaikan testimoni tentang produk herbal bermerek Contravid di Taman Dayu Park Sragen, Senin (18/5/2020). Minuman herbal yang ditemukan orang Solo itu diklaim berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus, khusunya corona.

Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono dan saudaranya yang juga mantan calon Wali Kota Solo, Anung Indro Susanto, bersama timnya ikut hadir mendengarkan testimoni tersebut. Mereka juga menunjukkan produk Contravid dalam kemasan botol yang izinnya masih dalam proses. Baik izin pemasaraan maupun izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Swab Negatif

Muh. Faruq, 40, salah satu peserta Ijtima Ulama asal Gondang, Sragen, mengatakan ada tujuh orang yang menyampaikan testimoni setelah minum obat herbal Contravid tersebut. Ketujuh orang itu yakni dua dari Ngrampal, Kedawung, Tangen, dan Gondang.

Rekomendasi Destinasi Wisata Religi Favorit Di Solo

“Saya pernah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Sejak itu saya minum Contravid sebanyak tiga botol untuk tiga hari. Kemudian saya dikarantina di Gedung SMS [Sasana Manggala Sukowati]. Saat di sana diberi tiga botol Contravid lagi. Kemudiaan diambil swab. Setelah sepekan keluar hasil uji swab ternyata negatif. Jadi sekitar 30-an orang yang diambil swab separuh di antaranya negatif,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (18/5/2020).

Hal senada juga disampaikan M, 30, peserta Ijtima Gowa asal Ngrampal, Sragen, yang juga ketua regu saat dikarantina di Gedung SMSS. Ada juga warga Tangen, SAN, 57, yang masih satu rombongan jemaah tablig klaster Gowa.

Tenggorokan Plong

Keduanya merasakan efek luar biasa setelah minum Contravid. Sejumlah gejala penyakit dan keluhan tidak enak badan berkurang setelah miinum Contravid.

“Minum satu botol saja efeknya langsung bisa dirasakan. Flu, batuk, dan badan kurang enak jadi enak. Tenggorokan jadi plong. Dari 39 orang yang diambil swab di Gedung SMS, ada 19 orang di antaranya pulang karean uji swab negatif,” terang M.

Hamil 4 Bulan, Perawat RS Royal Surabaya Berstatus PDP Corona Meninggal

Buatan Wong Solo

Contravid itu ditemukan Tri S. Dewo Putro, 51, warga Punggawan, Solo, yang menemukan minuman herbal itu. Ia mulai produksi sejak Desember 2019 sejak muncul Covid-19 di Wuhan, China. Dia menyebut komposisi ramuan herbal racikannya adalah jahe merah, jahe emprit, kencur, serai, mahoni, kelor, kunyit putih, dan bahan lain.

“Saya mememiliki teori sendiri yang berbeda dengan produk  lain. Molekul air yang digunakan dalam minuman itu bisa langsung cepat bereaksi. Semua itu dilakukan dilakukan dengan menggunakan ilmu pengetahuan,” terangnya saaat berbincang dengan Solopos.com.

Karena modal pas-pasaan, Dewo awalnya hanya memproduksi 100 botol Contravid dan  dibagikan secara gratis bila permintaan kecil. Kalau permintaan jumlah banyak, Dewo hanya meminta seikhlasnya agar bisa memproduksi lagi.

“Sekarang persiapan untuk pesanan dari luar negeri. Namun, kami harus siapkaan dulu perizinannya. Sekarang sudah ada investor, yakni Pak Untung Wiyono dan manajemennya diserahkan kepada Pak Anung. Jadi saya tahunya hanya produksi saja,” jelasnya.

MUI Kecewa Mal Buka Saat Masjid Ditutup: Pemerintah Tidak Tegas

Produksi Besar

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, berencana memproduksi Contravid dalam jumlah besar di Dayu Park setelah mendengar beragam testimoni itu. Produksinya sesuai dengan permintaan dan bila dimaksimalkan, bisa  1.000 botol per hari.

“Prosesnya nanti ada proses perizinan ke DPMPTSP [Dinas Penanaman Modaal dan Perizinan Satu Pintu] dan BPOM. Ini minuman langsung minum. Untuk pengawetnya dikasih madu. Produk ini sudah kemana-mana, seperti Italia, Kanada, Jerman, United State, Arab Saudi. Kalau untuk dalam negeri, banyak kalangan akademisi, pejabat, sampai ke Cianjur, Garut, dan Malang, dan seterusnya. Kalau dijual Rp75.000/botol atau eceran bisa sampai Rp100.000/botol,” ujarnya.

Untung mengaku belum menjualnya tetapi memilih membagikan secara gratis kepada siapa pun yang sakit. Dia mengatakan minuman herbal ini berfungsi meningkatkan imunitas tubuh. Dia menegaskan Contravid bukan obat, tetapi minuman pendamping untuk meningkatkan imunitas.

737 TKI Tiba di Jateng Pekan Ini, Waspada Kasus Covid-19 Bertambah!


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho