Berkat Amerika Serikat, Rusia Selamat dari Serangan ISIS di Tahun Baru
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)

Solopos.com, MOSKOW — Dinas Keamanan Federal Rusia atau yang disebut FSB berhasil menangkap dua pria pengebom ISIS yang berencana menyerang Kota Saint Petersburg pada malam Tahun Baru 2020.

Dikitip dari Detik.com, Selasa (31/12/2019), FSB, mengumumkan penahanan kedua pria itu via situs resminya. Disebutkan bahwa kedua pria itu ditahan sejak Jumat (27/12/2019).

Penangkapan kedua anggota ISIS itu berhasil dilakukan FSB berkat informasi yang diberikan oleh mitra-mitra Amerika Serikat. Kedua pria itu disebut telah mengakui bahwa merencanakan serangan untuk perayaan Tahun Baru.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Minggu (29/12/2019), atas informasi intelijen yang membantu menggagalkan rencana serangan tersebut.

"Terima kasih untuk transfer informasi, melalui dinas khusus, yang memampukan pencegahan aksi teroris di Rusia," demikian pernyataan Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia soal ucapan terima kasih untuk bantuan informasi intelijen dari AS.

Kedua pria anggota ISIS yang ditahan merupakan warga negara Rusia. Mereka adalah Nikita Semyonov, 22, dan Georgiy Chernyshov, 23.

Keduanya dihadirkan dalam persidangan yang digelar tertutup di Saint Petersburg, Senin (30/12/2019) waktu setempat, Hakim memerintahkan bahwa keduanya akan ditahan selama penyelidikan berlangsung.

Laporan media lokal Rusia, Fontanka, menyebut kedua pria itu merencanakan serangan di pusat perbelanjaan dan gereja katedral yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Disebutkan pula bahwa keduanya telah mengirimkan sejumlah foto kepada ISIS untuk mengonfirmasi target-target.

Sebuah video yang dirilis FSB menunjukkan momen penangkapan kedua pria itu dan saat penggerebekan dilakukan terhadap apartemen mereka. Sejumlah amunisi, pisau, kabel listrik dan pakaian serba hitam ditemukan dalam penggerebekan itu.

Video lainnya yang dirilis FSB kepada kantor berita Rusia menunjukkan salah satu tersangka, dengan wajah ditutupi masker, sedang menyatakan sumpah setia terhadap ISIS dalam bahasa Arab.

Video lainnya yang dirilis FSB kepada kantor berita Rusia menunjukkan salah satu tersangka, dengan wajah ditutupi masker, sedang menyatakan sumpah setia terhadap ISIS dalam bahasa Arab.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom