Berkas Perkara Ayah Tiri Hamili Bocah SMP di Sragen Dilimpahkan ke Kejari

Proses hukum kasus pencabulan terhadap bocah SMP di Jenar, Sragen, oleh ayah tirinya kini ditangani Kejari.

 Ilustrasi kejahatan seksual kepada anak. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kejahatan seksual kepada anak. (Antara)

Solopos.com, SRAGEN — Berkas perkara pencabulan yang dilakukan ayah tiri terhadap bocah SMP di wilayah Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dari Polres. Kejari telah menyatakan berkas tersebut P21 atau lengkap.

Sementara Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen mengupayakan korban supaya tetap sekolah. Selain itu mereka juga ingin keluarga korban berdaya secara ekonomi lewat case conference atau diskusi bersama stakeholders terkait.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kapolres Sragen. AKBP Piter Yanottama, melalui Kasatreskrim, AKP Lanang Teguh Pambudi, mengungkapkan proses hukum kasus pencabulan anak oleh bapak tiri sampai hamil dan melahirkan, kini ada di Kejari.

“Tersangka dan barang bukti sudah juga sudah diserahkan ke Kejari semua. Saat pelimpahan berkasnya cukup cepat, kalau tidak salah hanya 1-2 kali langsung lengkap,” jelas Lanang saat dihubungi Solopos.com, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Miris, Bocah 13 Tahun di Sragen Melahirkan Bayi, Ayahnya Misterius

Sebelumnya, Kapolres Sragen mengungkapkan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Jenar diketahui berdasarkan tes DNA. Hasil tes DNA ayah tiri korban dengan bayi yang lahir ternyata identik. Sebenarnya ada pihak lain yang dicurigai sebagai pelaku, yakni paman korban. Namun hasil tes DNA paman korban menunjukkan ia bukan pelaku.

Saat gelar kasus di Mapolres Sragen beberapa waktu lalu, si pelaku mengaku menyetubuhi anak tirinya lebih dari 17 kali.

Sementara Kepala DP2KBP3A Sragen, Udayanti Proborini, mengaku butuh dukungan lintas sektoral untuk membantu korban dan keluarganya untuk bisa keluar dari masalah yang timbul akibat dampak kasus tersebut. Korban, bayinya, dan ibu korban, kata dia, harus mendapatkan perhatian.

“Sembari menunggu proses hukumnya, maka korban dikembalikan ke sekolah. Ternyata korban sudah mau bersekolah dan justru menjadi pengurus OSIS. Artinya, kepercayaan diri korban sudah kembali dan bisa melupakan traumanya. Kemudia ibu korban otomatis menjadi tulang punggung keluarga sehingga perlu adanya upaya pemberdayaan keluarga supaya bisa mandiri secara ekonomi,” jelas Udayanti didampingi pegawai Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dyah Nursari.

Baca Juga: Pelaku Pencabulan Bocah SMP di Sragen Ternyata Bapak Tiri Korban.

Dia menyebut ada tiga lembaga yang siap memberi bantuan, yakni Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sragen, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen, dan Aisyiyah. Lazismu dan Aisyiyah membantu dalam hal pemberdayaan ekonomi keluarga korban dan pemberian santunan korban.

“Kami juga mencari solusi yang terbaik bagi pemberdayaan ekonomi ibu korban. Mungkin dalam bentuk pelatihan atau apa supaya ibu korban bisa menjadi tulang punggung keluarga,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pemkab Boyolali Gelar Pengajian Maulid Nabi, Sekda: Terbesar Seusai Pandemi

      Sekda Boyolali meminta semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut, baik warga muslim atau nonmuslim.

      Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

      Kepala BPBD Sragen Agus Cahyono menyatakan jalur angin di Sragen berada di Kecamatan Plupuh, Tanon, Kedawung, Gondang, dan Sambirejo.

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.