Berkas Kasus Pungli Alsintan Sragen Dilimpahkan Ke PN Tipikor Semarang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen telah melimpahkan berkas perkara dugaan pungutan liar (pungli) bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (28/8/2019).

Berkas Kasus Pungli Alsintan Sragen Dilimpahkan Ke PN Tipikor Semarang

SOLOPOS.COM - ilustrasi korupsi. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen telah melimpahkan berkas perkara dugaan pungutan liar (pungli) bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (28/8/2019).

Kasus yang merugikan negara kurang lebih Rp500 juta ini segera disidangkan. Ada dua tersangka dalam kasus ini, yakni Sudaryo (mantan Kasi Alsintan Dispertan Sragen) dan Setyo Apri Surtitaningsih (tenaga harian lepas pengendali organisme pengganggu tanaman Dispertan Sragen).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, mengatakan masa penahanan kedua tersangka itu sudah habis per 18 Agustus lalu. Akan tetapi, sebelum jatuh tempo, Kejari mengajukan perpanjangan penahanan ke Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

“PN Sragen sudah menyetujui perpanjangan penahanan kedua tersangka selama 30 hari mulai 18 Agustus hingga 17 September. Namun, sebelum masa perpanjangan habis, kami sudah melimpahkan berkas perkara ini ke PN Tipikor Semarang pada Rabu,” jelas Agung Riyadi kepada Solopos.com, Jumat (30/8/2019).

Saat ini Agung masih menunggu jadwal sidang perdana kasus dugaan pungli alsintan itu. Biasanya, kata Agung, jadwal sidang baru keluar sepekan setelah berkas perkara itu dilimpahkan.

“Jadwal sidang itu kewenangan pengadilan. Biasanya disesuaikan dengan hari yang kosong atau tidak padat sidang. Pada prinsipnya, kami siap kapan saja sidang itu dijadwalkan. Yang penting, penanganan perkara ini cepat selesai, lancar, dan aman,” papar Agung Riyadi.

Sudaryo dan Setyo Apri Surtitaningsih ditahan Kejari Sragen sesaat setelah diserahkan Penyidik Satreskrim Polres Sragen, Selasa (30/7/2019). Kedua tersangka dijerat Pasal 12 huruf a UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Keduanya terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan paling singkat empat tahun. Adapun denda yang wajib dibayarkan mereka paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Modus operandi kedua tersangka yakni dengan mengalihkan bantuan alsintan yang seharusnya diberikan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) kepada pihak lain yang telah membayar uang tebusan.

Dalam hal ini, Sudaryo memerintahkan Apri meminta uang tebusan kepada beberapa gapoktan yang bakal menerima bantuan alsintan. Lantaran uang tebusan tidak diberikan, alsintan itu kemudian diberikan kepada pihak lain yang bisa memberikan uang tebusan Rp25 juta hingga Rp35 juta.

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp500 juta. Salah satu jenis alsintan yang diduga dijadikan alat menarik pungli berupa traktor roda empat merek EF 399 Yanmar.

Tidak menutup kemungkinan kasus ini bisa berkembang hingga menyeret tersangka lain. “Kami akan menyelidiki lebih lanjut. Kami ingin ungkap motif-motif lain seperti apa. Kami harus cari dan temukan bukti pendukungnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Harno.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).