Para atlet Kota Madiun berfoto bersama sebelum dilepas untuk bertanding di Porprov VI Jawa Timur, Senin (1/7/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Kota Madiun hanya sanggup mengirimkan satu atlet cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur tahun 2019. Tersisanya satu atlet ini setelah atlet silat dari Kota Madiun gugur dalam prakualifikasi Porprov VI Jatim.

Dengan jumlah pesilat di Madiun yang cukup banyak semestinya bisa menjadi lumbung emas bagi kontingen Kota Madiun pada ajang kompetisi dua tahunan itu. Tetapi sejumlah atlet silat dari kota berjuluk Kota Pendekar tidak mampu mempertahankan serangan sehingga harus kalah pada saat prakualifikasi.

Ketua KONI Kota Madiun, Tatok Raya, mengatakan sebenarnya kontingen Kota Madiun mengirimkan delapan pesilat dalam ajang Porprov VI. Kemudian para pesilat mengikuti prakualifikasi dan hanya tersisa satu atlet silat saja yang bisa mewakili Kota Madiun di ajang Porprov VI tanggal 6-13 Juli 2019 di Tuban, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan.

"Ya cuma satu atlet silat kita. Silat ini kan ada prakualifikasinya. Sebenarnya ada delapan atlet yang kita kirim. Tapi saat pertandingan prakualifikasi kalah. Hanya ada satu atlet saja," kata dia, Senin (1/7/2019).

Mengenai delapan atlet yang dikirim, dia mengatakan hanya delapan pesilat memenuhi persyaratan dan sudah pernah bertanding di tingkat provinsi. Sehingga KONI Kota Madiun hanya mengirim delapan pesilat itu untuk ikut dalam Porprov.

Sementara itu, Komandan Kontingen Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, mengharapkan satu-satunya atlet pencak silat wakil Kota Madiun itu bisa meraih emas Porprov.

"Hanya itu yang kita kirim. Itu yang kita gadang-gadang. Target emas," ujar wanita yang juga Wakil Wali Kota Madiun itu.

Inda menuturkan Kota Madiun memang dikenal sebagai Kota Pesilat. Jumlah pesilat memang cukup banyak di Kota Madiun. Namun, hal itu tidak menjadi jaminan Kota Madiun bisa menguasai cabor silat pada ajang Porprov Jatim.

Lebih lanjut, Inda menyampaikan seluruh atlet yang bertanding dalam Porprov VI Jatim telah diasuransikan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan para atlet bisa bertanding dengan tenang dan nyaman dan keluarga juga tidak perlu waswas.

"Atlet Kota Madiun sudah dilindungi asuransi selama Porprov, bahkan untuk satu tahun ke depan," kata Inda. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten