Siti Atikoh Ganjar Pranowo yang berjuluk Bunda Genre Jawa Tengah tampil dalam acara Genre Fellowship di Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa. (Antara-Humas BKKBN)

Solopos.com, SEMARANG — Siti Atikoh Ganjar Pranowo yang tampil sebagai Bunda Genre Jawa Tengah mengajak para remaja bisa saling memberikan pengaruh positif kepada sesamanya. Ajakan itu ia dasarkan kenyataan bahwa pengaruhnya terhadap teman sebaya lebih kuat dibandingkan pengaruh orang tua.

"Jika mereka memberikan influence ke sesama remaja, efek jauh lebih bagus karena sistem komunsikasi dan pendekatan lebih efektif, dibanding dari orangtua," kata Atik—sapaan akrab Siti Atikoh Ganjar Pranowo—dalam acara Genre Fellowship di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019).

Atik mengingatkan bahwa remaja harus memiliki mimpi yang tinggi. Karena itu, katanya, seluruh energi bisa lebih terfokus untuk pencapaian mimpi atau cita-cita tersebut. “Ada semboyan yang bisa dijadikan penyemangat, yakni kejarlah cita-citamu sebelum kamu kejar baju pengantinmu,” tuturnya dengan nada canda.

Di era ini, lanjut Atik, tugas atau tanggung jawab para duta Genre semakin banyak. Bukan sekadar siap untuk tidak menikah dini, seks pranikah, ataupun penyalahgunaan napza, tetapi juga dapat bersikap bijak terhadap teknologi informasi karena juga bisa bermanfaat.

Terkait dengan pernikahan anak, Siti Atikoh Supriyanti mengaku untuk Jateng sebenarnya jika dilihat dari angka rata-rata sudah berada di atas garis merah, yakni 21,8 tahun dan hal tersebut menunjukkan masih ada pernikahan di bawah usia 18 tahun. "Perlu ada orang-orang yang mengkampanyekan, perlu tokoh masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Kami ada petanya, misalnya daerah bersangkutan pernikahan anak masih banyak karena faktor pendidikan, ada juga yang faktor sosial culture karena sudah aqil balik dan sudah ada pasangannya, sehingga langsung dinikahkan," katanya.

Atik mengingatkan bahwa komunikasi dalam keluarga sangat penting dan bukan sekadar kedekatan fisik, tetapi harusnya harus dibina kedekatan secara emosional. "Saya masih melihat keluarga di rumah makan. Mereka duduk satu melingkar di satu meja, tetapi masing-masing asyik dengan handphone-nya," katanya.

Menurutnya jika dalam keluarga dapat terjalin komunikasi yang baik, anak bisa bercerita mengenai kegiatannya sehari-hari, dan orang tua memberikan perhatian kepada anaknya, maka pengaruh buruk seperti coba-coba mengunakan narkoba atau lainnya bisa ditekan.

Genre Fellowship dihadiri pula Direktur Bina Ketahanan Remaja Eka Sulistia Ediningsih, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino, Kasubid yang mengampu Program Genre, pengurus Saka Kencana tingkat kabupaten/kota, Ketua Forum Genre kabupaten/kota, Duta Genre 2019 tingkat kabupaten/kota, dan pengelola Genre Tingkat Provinsi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten