Suhartini, bersama keponakannya, Purwadi, berbincang di halaman rumahnya di Dukuh Jetak, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen, Kamis (17/10/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SOLO — Suhartini, 49, seorang janda asal Dukuh Jetak, RT 13, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen, akhirnya bisa bernapas lega setelah selesai menggelar hajatan pernikahan putrinya.

Hajatan yang digelar pada Rabu (16/10/2019) itu sempat diboikot warga karena perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Terlepas dari boikot itu, pesta pernikahan itu tetap ramai didatangi tamu.

Kabar tentang pemboikotan hajatan di Sragen karena beda pilihan politik itu menjadi salah satu berita terpopuler di Solopos.com dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Berikut kumpulan berita terpopuler di Solopos.com hingga Jumat (18/10/2019) pagi:

Ibu Di Sragen Buka-Bukaan Soal Hajatan Nikah Putrinya Yang Diboikot

Ganjar: Kalau Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Disengaja, Tak Ada Ampun

Viral Hajatan Mantu di Sragen Diboikot karena Pilkades, Ternyata Ini Faktanya

Bendera Identik HTI di SMKN 2 Sragen, Pengurus Rohis Dibina Polisi-TNI

PDIP Solo Tak Gelar Syukuran Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Kenapa?

Bocoran Menteri Beredar, Jokowi Sudah Baca

Hajatan Warga Diboikot Gara-Gara Pilkades, Muspika Sumberlawang Sragen Turun Tangan

Apik Pol! Ini Arti Nama Dory Harsa

Jumat Wapres Tiongkok Kunjungi Sragen, Duit China Bakal Mengalir ke Sangiran?

Ganjar: Siswa SMKN 2 Sragen Tak Tahu Simbol HTI, Mosok Gurunya Juga?


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten