Tutup Iklan
BERITA DUKA : Sejak Zaman Penjajahan, Keluarga Yu Djum Geluti Gudeg
Sejumlah tetangga memandikan jenazah Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)

Berita duka datang dari dunia kuliner Jogja

Solopos.com, JOGJA - Kabar duka menyelimuti pecinta kuliner gudeg khas Jogja. Ny. Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno atau yang populer dengan sebutan Yu Djum Gudeg meninggal dunia, Senin (14/11/2016) pukul 18.30 WIB. Yu Djum tutup usia setelah selama tiga hari mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Jogja.

(Baca Juga : BERITA DUKA : Tokoh Fenomenal Gudeg Jogja "Yu Djum" Meninggal)

Sabar Widodo, 65, adik kandung almarhumah  menceritakan kiprah kakaknya di dunia pergudegan. Menurut dia, keahlian yang dimiliki Yu Djum merupakan turunan dari keluarha.

"Keluarga kami itu memang menggeluti gudeg. Ini sudah warisan nenek moyang kami secara turun-temurun sejak zaman penjajahan," papar Sabar menceritakan.

Mendiang Yu Djum, sebagaimana cerita, Sabar mulai bergelut dengan gudeg sejak tahun 1945. Ketika itu dia jualan di kawasan Wijilan. Berangkat dari rumah di kawasan Karangasem Berek tiap subuh menggunakan oncor dan jalan kaki.

"Dulu belum ada namanya. Belum gudeg Yu Djum seperti sekarang ini," kenang Sabar.

Rencananya jenazah akan dikebumikan di Astanalaya Karangmalang, Selasa (15/11/2016) pukul 14.00 WIB. Jenazah Yu Djum dikebumikan di samping tempat perstirahatan terakhir almarhum suaminya, Suwandi Darmo Suwarno, yang telah lebih dulu berpulang, 2012 silam.

Yu Djum meninggal pada usia 87 tahun. Almarhumah meninggalkan tiga anak, 13 cucu dan delapan buyut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho