BERITA DUKA : Ini Cerita Dibalik Nama “Gudeg Yu Djum”

 Warga menyalatkan Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Warga menyalatkan Djuhariah atau yang biasa dipanggil dengan nama Yu Djum. (Arief Wahyudi/JIBI/Harian Jogja)

Berita duka datang dari dunia kuliner Jogja

Harianjogja.com, JOGJA – Tokoh kuliner gudeg khas Jogja. Ny. Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno atau yang populer dengan sebutan Yu Djum Gudeg meninggal dunia, Senin (14/11/2016) pukul 18.30 WIB. Yu Djum tutup usia setelah selama tiga hari mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Jogja.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

(Baca Juga : BERITA DUKA : Tokoh Fenomenal Gudeg Jogja “Yu Djum” Meninggal)

Perjuangan Yu Djum sukses di di dunia gudeg ternyata juga tidak instan. Butuh waktu lama baginya untuk tenar. Sabar Widodo, 65, adik kandung almarhumah menyampaikan nama gudeg Yu Djum mulai naik daun sekitar tahun 1975. Mengenai sebutan gudeg Yu Djum, menurutnya nama itu disematkan oleh para pelanggannya.

“Saya juga bingung, Mbakyu ini namanya Djuwariyah kok oleh pelanggannya dipanggil Yu Djum,” papar Sabar,

Hingga akhirnya setelah naik daun, Yu Djum mulai mengembangkan bisnis kuliner ini. Saat ini ada empat cabang di Depok, Wonosari, Jalan Solo dan Jalan Wates. Belum lagi usaha gudeg yang dikelola anak-anaknya.

Sabar sendiri kini juga menggeluti usaha gudeg di wilayah Dongkelan, Jalan Bantul. Dia mengaku mendapatkan pelajaran dalam mengolah gudeg yang lezat juga dari mendiang kakaknya.

“Tapi saya dengan mbakyu ini sudah pisah rumah sejak tahun 1987 karena saya sudah berkeluarga sendiri,” jelas Sabar.

Yu Djum sendiri merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Sementara Sabar anak kelima. Dua dari tujuh saudara itu sudah mendahului pulang ke pangkuan Ilahi.

Rencananya jenazah akan dikebumikan di Astanalaya Karangmalang, Selasa (15/11/2016) pukul 14.00 WIB. Jenazah Yu Djum dikebumikan di samping tempat perstirahatan terakhir almarhum suaminya, Suwandi Darmo Suwarno, yang telah lebih dulu berpulang, 2012 silam.

Yu Djum meninggal pada usia 87 tahun. Almarhumah meninggalkan tiga anak, 13 cucu dan delapan buyut.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rizky Billar bakal Dipanggil Polisi pada Kamis

      Rizky Billar bakal dipanggil polisi terkait kasus dugaan KDRT terhadap istrinya, Lesti Kejora.

      1.456 Bayi di Semarang Alami Stunting, Terbanyak di Kecamatan Semarang Utara

      Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menyebut kasus bayi stunting terbanyak di wilayahnya berasal dari Kecamatan Semarang Utara.

      Solo Kehabisan Stok Vaksin Covid-19, Warga Diarahkan ke Daerah Lain

      Stok vaksin Covid-19 di Kota Solo kosong sejak Sabtu (1/10/2022) dan warga yang membutuhkan layanan vaksin tersebut diarahkan mencari ke daerah tetangga.

      Nasdem Resmi Usung Anies Capres, Begini Reaksi Ganjar Pranowo

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, buka suara terkait kabar Nasdem yang mengumumkan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.

      Dampak Tragedi Kanjuruhan, Laga PSIK Klaten Vs Persebi Boyolali Ditunda

      Laga PSIK Klaten dengan Persebi Boyolali pada lanjutan Liga 3 zona Jawa Tengah 2022 ditunda sebagai imbas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

      Menelusuri Jejak Joko Tingkir di Pengging Banyudono Boyolali

      Menelusuri jejak Joko Tingkir di Kecamatan Banyudono, Boyolali.

      Garam Langka Jono dari Sumur Air Laut Selat Muria

      Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan menghasilkan garam langka bersumber dari air sumur yang konon asin karena berasal dari air laut Selat Muria yang terperangkap.

      Berduka Tragedi Kanjuruhan, Seluruh Bendera Negara Anggota FIFA Setengah Tiang

      FIFA ikut berbelasungkawa atas tragedi Kanjuruhan dengan mengibarkan seluruh bendera negara anggota setengah tiang di markas FIFA di Swiss.

      Video Detik-Detik Tragedi Kanjuruhan: Berawal dari Pelukan Adilson Maringa

      Sebelum terjadi tragedi Kanjuruhan, dua penonton yang masuk ke lapangan berlari ke arah kiper Arema FC, Adilson Maringa dan memeluknya.

      Polisi Datangi Rumah Rizky Billar dan Lesti Kejora

      Polisi diketahui datangi TKP kasus dugaan KDRT artis yaitu rumah Rizky Billar dan Lesti Kejora.

      Sambil Terisak, Presiden Arema FC Juragan 99 Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan

      Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana atau Juragan 99 bersedih, meminta maaf dan siap bertanggung jawab penuh atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

      Latihan Flypast Pesawat Jupiter & F-16 di Langit Jakarta, Persiapan HUT TNI AU

      Perayaan HUT ke-77 TNI AU akan berlangsung di Istana Merdeka pada 5 Oktober 2022

      Anggota Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan, Panglima: Dia akan Dipidana

      Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, memastikan prajurit TNI yang terbukti melakukan kekerasan dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, akan mendapatkan sanksi pidana.

      Lomba Roket Air di Technopark, Inilah Para Pemenangnya

      Unit Pelaksana Teknis Technopark di bawah Balitbangda Kota Solo menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) Solo tahun 2022

      Aksi Seru! Seratusan Joki Adu Cepat Lomba Pacuan Kuda Tradisional di Sumedang

      Lomba digelar sebagai bentuk tradisi hiburan rakyat sekaligus untuk melihat potensi kuda balap