Beredar Kabar Korban Perampokan Rp45 Juta di Baki Sukoharjo, Cek Faktanya

Sebuah pesan berisi cerita korban perampokan di Baki, Sukoharjo beredar di grup-grup aplikasi perpesanan Whatsapp.

 Leaflet digital Polres Sukoharjo terkait kasus perampokan di Baki, Sukoharjo. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Leaflet digital Polres Sukoharjo terkait kasus perampokan di Baki, Sukoharjo. (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebuah pesan berisi cerita korban perampokan di Baki, Sukoharjo beredar di grup-grup aplikasi perpesanan Whatsapp. Informasi itu meresahkan masyarakat mengingat kasus kriminal serupa akhir-akhir ini marak terjadi.

Informasi itu berisi seorang jambret merampok uang korban senilai Rp45 juta. Pelaku membuntuti korban sejak dari bank. Saat pulang, korban melewati jalan Bakalan, Daleman yang sepi. Di situlah aksi perampokan terjadi.

"Walah jambret lg wae beraksi dpt uang 45 juta...korban keluar dr bank...dibuntuti...mau plng lwt jalan bakaln...daleman...kondisi jln sawah...sepi. Korban ditodong...dijeburke ning sawah...korbn tdk lk...tp skrng...msh syokk..korban orng mancasan baki...hati2 untk..semuanya," begitu isi pesan yang beredar di WAG, Senin (20/4/2020).

Pesan itu juga diikuti dengan sebuah foto yang menggambarkan seorang perempuan, Mujiyem, yang duduk dengan pakaian kotor seperti bekas lumpur.

Judul FTV Ini Bikin Netizen Dipaksa Berpikir Keras

Kabar Ini Hoaks

Solopos.com berusaha meminta konfirmasi kabar ini kepada Polres Sukoharjo. Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho, mengatakan sejuh ini tidak ada laporan terkait kasus perampokan di Baki, Sukoharjo.

"Nihil. Sdh diobok2," kata Nanung, saat dihubungi Solopos.com melalui Whatsapp, Senin (20/4/2020).

"KALO ADA YG COBA2 MENYEBARKAN HOAX AKAN KITA TINDAK," lanjut Nanung.

Satreskrim Polres Sukoharjo lalu memberikan konfirmasi melalui pesan gambar bahwa Mujiyem, 44, bukan korban perampokan. Ia sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat tiba-tiba kepala pusing sehingga badannya terjatuh beserta motor.

"Dan ditolong warga setempat dan tidak mengalami perampokan/penjambretan," bunyi pesan gambar itu.

Taman Srigunting Oase Kesejukan Kota Lama Semarang

Dalam pesan itu juga dicantumkan foto surat pernyataan Mujiyem soal kejadian yang sesungguhnya terjadi pada dirinya.

surat pernyataan mujiyem soal perampokan baki sukoharjo
Foto surat pernyataan Mujiyem soal hoaks perampokan di Baki, Sukoharjo. (Istimewa)

Perempuan warga Dukuh Branglor, Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, itu menceritakan pada Senin siang sekitar pukul 12.15 WIB, ia mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AD 2106 LO di Jalan Bakalan.

Tiba-tiba, kepalanya merasa pusing sehingga ia terjatuh. Ia lalu ditolong warga setempat.

"Dan mengenai berita perampokan/penjambretan yang sudah viral, saya ingin mengklarifikasi hal tersebut bahwasannya saya tidak mengalami kejadian tersebut," tulis Mujiyem dalam surat pernyataan bermaterai Rp6.000 yang ditulisnya.

Nanung menjelaskan penyebar hoaks bisa dipidana dengan ancaman pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 UU 19/2016 yakni pidana penjara 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.