Beredar Kabar Konvoi Ribuan Orang di Wonogiri, Begini Jawaban Kapolres
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, membantah adanya ribuan massa yang melakukan konvoi kendaraan menjelang pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Wonogiri.

Pada Kamis (24/9/2020), pukul 10.00 WIB dilaksanakan acara pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Wonogiri di halaman Kantor KPU Wonogiri. Beredar kabar atau isu di masyarakat melalui media sosial bahwa salah satu pasangan calon membawa ribuan orang mengiringi paslon menuju KPU.

Tobing mengatakan, saat pelaksanaan undian nomor urut paslon, pihaknya telah menerjunkan 200 personel untuk melakukan pengamanan. Personel yang diterjunkan termasuk anggota polsek yang menjadi jalur paslon berangkat ke KPU.

Penuh Makna, Begini Proses Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo 2020

"Dari personel yang kami terjunkan untuk bertugas, mereka sudah melaporkan kepada saya dan tidak ditemukan adanya ribuan orang yang melakukan konvoi kendaraan atau arak-arakan dari simpatisan atau pendukung paslon," kata dia kepada wartawan di Kantor KPU Wonogiri, Kamis.

Jika ada yang nekat melakukan konvoi, menurut dia, berarti melanggar ketentuan yang sudah disepakati untuk bisa menerapkan protokol kesehatan di setiap tahapan pilkada yang telah dideklarasikan setelah pengundian nomor urut. Jika ada yang melanggar aturan akan dikoordinasikan dengan Bawaslu.

"Saat ini masyarakat Wonogiri sudah bijak dan cerdas dalam bersikap serta merespon media sosial. Sehingga di situasi pandemi Covid-19 ini, mereka tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan," ungkap Tobing.

Penyekatan

Berdasarkan pantauan Solopos.com, jalan masuk menuju kantor KPU dilakukan penyekatan oleh aparat kopolisian. Hanya orang tertentu yang diperbolehkan masuk. Jarak Kantor KPU dari jalan raya, Jl. Ahmad Yani, yakni sekitar 400 meter.

Menurut Tobing, tidak ada massa atau pendukung dari salah satu paslon yang nekat masuk ke kantor KPU. Ia juga menambahakan, sesuai dengan ketentuan PKPU, kehadiran kedua paslon telah memenuhi peraturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Nomor Urut Etik sama Seperti Sang Suami pada Pilkada Sukoharjo 2015, Pertanda Apa?

"Secara umum wilayah Wonogiri kondusif. Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya ajakan atau pemberitaan yang tidak benar di media sosial. Sehingga wilayah Wonogiri tetap aman," kata Tobing.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom