ilustrasi bentrok. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO -- Di media sosial grup Facebook komunitas beredar informasi soal terjadinya bentrok antara anggota dua organisasi masyarakat (ormas) di Kota Solo, Senin (3/6/2019). Terkait kabar itu, Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, membantah telah terjadi bentrok fisik antaranggota dua ormas.

Menurut Andy Rifai, yang sebenarnya terjadi hanya salah paham antara dua juru parkir (jukir) di Pasar Gemblegan Solo. Salah paham di antara mereka terjadi saat mereka bekerja mengatur parkir kendaraan bermotor di Pasar Gemblegan, Solo, Senin.

Kejadian itu, ungkap Wakapolresta Solo, dipicu seorang pengguna parkir yang menegur salah seorang dari dua juru parkir yang terlibat salah paham. Pengendara mobil itu kesal kepada si juru parkir. Sebab bukannya membantu memudahkan parkir, malah lalu lintas menjadi macet.

Mengetahui rekannya ditegur, juru parkir lain ikut menegur. Teguran tersebut berbuah kemarahan dan cekcok antara dua juru parkir itu.

“Sempat cekcok di situ. Oleh warga sebenarnya sudah didamaikan,” tutur Andy melalui ponsel, Selasa (4/6/2019).

Namun informasi terjadinya pertengkaran tersebut merembet ke rekan masing-masing juru parkir tersebut. Mengkhawatirkannya, masing-masing juru parkir yang terlibat cekcok merupakan anggota aktif dari organisasi ormas di Solo.

Mengetahui hal itu akhirnya Polresta Solo mengambil tindakan memediasi dan mendamaikan dua juru parkir yang terlibat perselisihan.

“Tadi malam selepas Tarawih [Senin malam] kedua belah pihak sudah damai. Ada surat perdamaiannya,” imbuh dia.

Andy menerangkan pertemuan damai kedua pihak dilakukan di Masjid Baitussalam, Tipes, Serengan. Saat itu dua juru parkir yang terlibat cekcok dihadirkan, termasuk para tokoh dua ormas.

“Tidak ada bentrok. Hanya salah paham saja,” sambung Andy Rifai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten