Poster ajakan mengosongkan kelas di Unisri Solo yang disebut hoaks. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Di media sosial, ramai beredar poster ajakan yang ditujukan kepada mahasiswa, dosen, dan warga kampus di lingkungan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo untuk mengosongkan kelas pada Selasa (24/9/2019).

Pada poster itu, terdapat ajakan untuk berkuliah di jalanan dan menggelar aksi dari Stadion Manahan ke Kantor DPRD Kota Solo.

Atas beredarnya poster itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Alumni & Kerja Sama Unisri, Sutoyo, angkat bicara. Menurutnya, ajakan itu bukan berasal dari pihak kampus Unisri.

"Perlu saya sampaikan bahwa tulisan yang beredar di media sosial tentang informasi bahwa tanggal 24 [September] Unisri dosen mahasiswa libur itu berita hoaks," ujarnya seperti dilaporkan wartawan Solopos, Akhmad Ludiyanto, Senin (23/9/2019) siang.

Sutoyo menegaskan poster tersebut berasal dari pihak tak bertanggung jawab yang menyesatkan.

"Memang informasi yang kami terima tulisan itu sudah beredar di kalangan mahasiswa. Ini sangat menyesatkan, meliburkan kuliah pada hari masuk efektif itu saya kira sesuatu yang tidak pas," terangnya.

Sang wakil rektor mengungkapkan pihaknya sudah membentuk tim untuk melacak pelaku yang membuat poster ajakan mengosongkan kelas di Unisri tersebut. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas jika pelaku diketahui merupakan warga kampus Unisri Solo.

"Nanti kami atas nama universitas akan melakukan pelacakan terhadap siapa yang membuat, apakah itu perseorangan atau kelompok nanti akan kami lacak. Kalau itu berasal dari internal kampus ya kami tentu akan mengambil satu tindakan tegas karena tulisan itu pun tidak konfirmasi ke kami," tandas Sutoyo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten