Berdiri di Kawasan Paling Bersejarah, Hotel Mexolie Primadona Pengunjung

Hotel Mexolie di Kabupaten Kebumen memiliki nilai sejarah yang tinggi karena berada di kawasan paling bersejarah di Indonesia.

Solopos.com, KEBUMEN — Hotel Mexolie di Kabupaten Kebumen memiliki nilai sejarah yang tinggi karena berada di kawasan paling bersejarah di Indonesia. Di sebut paling bersejarah karena kawasan  ini pernah berdiri pabrik kelapa sawit terbesar di seantero Nusantara dan juga tempat berdirinya pusat kerajaan di Jawa Tengah bagian selatan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com melalui kanal Youtube jurnalrisa, Senin (2/8/2021), seorang sejarahwan Kabupaten Kebumen bernama Rafi menjelaskan asal mula kawasan Hotel Mexolie ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, awalnya kawasan Hotel Mexolie ini berdiri sebuah kerajaan besar yang menjadi pusat kawasan Jawa Tengah bagian selatan yang bernama Kerajaan Panjer Nagari.

Menurut catatan Gubernur Inggris Raffles melalui bukunya History of Java, kerajaan ini hancur karena kebakaran hebat pada tahun 1439 (zaman awal berdirinya Kerajaan Demak). Meskipun demikian, kawasan ini dibangun lagi oleh Sultan Agung Hanyokro Kusumo yang merupakan Raja Kerajaan Mataram, menjadikannya sebagai tempat gudang persenjataan dan logistik untuk menyerang pemerintah kolonial Belanda di Batavia.

Pabrik Mexolie di tahun 1923
Pabrik Mexolie di tahun 1923 (Instagram/@zlanwar)

Baca Juga : Tempe Besengek, Penganan Sumber Protein Khas Bumi Progo

Bahkan sebelum Sultan Hemengkubuwono I mendirikan Keraton Yogyakarta, dirinya juga pernah tinggal di kawasan Kerajaan Panjer ini saat perang Babad Giyanti. Selain itu, Pangeran Diponegoro pada periode tahun 1828 juga berada di Kerajaan Panjer. Setelah kalah dalam peperangan dengan Belanda, pemeringah Hindia Belanda menghilangkan ‘jejak panjer’ yang dianggap dapat membangkrutkan pemerintahan Belanda di Indonesia dan menggantinya dengan nama Kebumen pada tahun 1832.

Untuk menghilangkan ‘jejak panjer’ lebih dalam lagi, Pemerintah Belanda akhirnya berinisiatif untuk membangun sebuah pabrik minyak kelapa sawit terbesar di Nusantara pada tahun 1855, kemudian pada tahun 1923, pabrik kelapa sawit tersebut bangkrut dan diakuisisi oleh perusahaan swasta Belanda dan memberikan nama Mexolie yang merupakan singkatan dari Maatschappij tot Exploitatie van Olie-fabrik.

Selain dikenal dengan nilai sejarah yang tinggi, kawasan bekas pabrik Mexolie ini juga memiliki aura kemistisan yang kuat. Terkait hal mistis tersebut, Rafi menjelaskan bahwa aura mistis yang ada di kawasan bekas pabrik Mexolie ini dikarenakan kawasan tersebut merupakan pertumpukan banyak peristiwa bersejarah dari jaman kerajaan, kolonial hingga kemerdekaan.

Baca Juga : UMKM Kuliner Ini Cari Cara Bertahan Selama PPKM

Saat dilakukan restorasi, seperti penggalian, banyak ditemukan peminggalan-peninggalan zaman kerajaan. Peninggalan itu di antaranya ada peti emas kerajaan, mahkota, senjata-senjata perang, koin-koin kuno dan masih banyak lagi. Hotel Mexolie sendiri berada dekat dengan kawasan bekas pabrik dan pusat kerajaan di Jawa Tengah bagian selatan tersebut, namun kawasan yang bersejarah yang berada di sebelah timur hotel hingga saat ini belum  terjamah atau belum dibangun apapun.

Hal ini dikarenakan saat seseorang masuk di kawasan paling bersejarah itu, hawa dan suasana masa lalu sangat kental terasa. Raffi juga mengatakan bahwa daya tarik Hotel Mexolie ini adalah kawasan bersejarahnya di mana para tamu yang menginap di hotel bisa melakukan napak tilas di kawasan yang menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa yang terjadi pada 3 zaman, yaitu zaman kerajaan, zaman kolonialisme dan zaman kemerdekaan.

Supaya bangunan bersejarah ini tidak hilang begitu saja, beberapa bagian dari bangunan pabrik ini kemudian direstorasi oleh pengembang properti menjadi sebuah hotel dengan desain arsitektur era kolonial. Untuk menambah kesan historisnya, hotel yang resmi beroperasi sejak 2017 lalu ini diberi nama Hotel Mexolie


Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan

Berikut kronologi lengkap pembunuhan perempuan yang dilakukan Agus Supriyanto hingga mayat janda berinisial DS, warga Pemalang dibuang di hutan Grobogan.

Duh, Penangguhan Penahanan Ditolak, Mbah Minto Demak Tetap Dibui

Permintaan penangguhan penahanan terhadap kakek penjaga kolam ikan di Demak yang gagalkan aksi pencuri, Kasminto alias Mbah Minto, ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Demak.

Ini Cara Pelaku Lakukan Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan

Agus Supriyanto, 37, menghabisi perempuan berinisial DS yang dibuang di hutan Grobogan di dalam mobil saat perjalanan ke Pemalang.

Kawasan Geopark Kebumen Digadang-Gadang Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Terdapat juga 41  situs geologi yang menjadi situs utama di dalam kawasan Geopark Karangsambung-karangbolong. Situs tersebut dilengkapi dengan delapan situs biologi dan 10 situs budaya.

Begini Kabar Terbaru Mbah Minto, Kakek di Demak yang Bacok Pencuri

Kasiminto alias Mbah Minto, kakek penjaga kolam ikan di Demak yang bacok pencuri mulai menjalani sidang perdana atas kasus penganiayaan.

Pelaku Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan, Berniat Nikahi Korban

Agus Supriyanto, 37, warga Mranggen, Demak pelaku pembunuhan perempuan berinisial DS, 32, sebenarnya berniat menikahi korban.

Pakar Bagi Tips Komunikasi Antarbudaya dalam Profesi PR di Webinar UKSW

Melalui teknologi informasi orang-orang dapat dihubungkan namun melalui teknologi informasi pula orang-orang dipisahkan dari kelompoknya.

Diguncang Gempa Swarm, Ratusan Warga Ambarawa Mengungsi

Ratusan warga di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) memilih mengungsi dari rumah akibat rentetan gempa atau gempa swarm yang terjadi di Salatiga-Ambarawa.

Jajal Resep Bongko Mento, Penganan Khas Buka Puasa nan Gurih dan Nikmat

Bongko Mento ini merupakan olahan kue dadar yang diisi dengan tumisan suwiran dada ayam dan potongan sayur, seperti jamur kuping dan soun.

Pemprov Jateng Kebut Vaksinasi Covid-19 Lewat 3 Program Ini

Pemprov Jateng berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran lansia melalui program layanan mobil keliling, vaksinasi massal door to door, dan membuka gerai vaksin.

Pelaku Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan, Terancam Hukuman Mati

Agus Supriyanto, 37, tersangka pembunuhan korban berinisial DS yang mayatnya dibuang di hutan, atas perbuatannya pelaku terancam hukuman mati.

Pembunuh Perempuan di Hutan Grobogan Tertangkap, Ini Identitasnya

Aparat kepolisian menangkap pelaku pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan terbungkus plastik di hutan Grobogan.

Rentetan Gempa Terjadi di Salatiga-Ambarawa, Ini Pesan Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta masyarakat tidak panik terhadap peristiwa rentetan gempa di Salatiga, dan Kabupaten Semarang, khususnya Ambarawa.

Pengurus Baru IPHI Sidorejo Salatiga Dilantik, Ini Ketuanya

Setelah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, pengurus baru IPHI Sidorejo, Kota Salatiga, dilantik.

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.