Berdayakan Masyarakat, Pengusaha Muda Sragen Bagi-Bagi Sarapan di Pasar
Para pengusaha muda yang tergabung dalam Komunitas Masaran Obah bagi-bagi nasi bungkus di Pasar Masaran, Sragen, Jumat (23/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Pengusaha muda dari Komunitas Masarah Obah melakukan aksi sosial di Pasar Masaran.

Solopos.com, SOLO -- Ratusan pedagang dan pembeli riuh di Pasar Masaran, Sragen, Jumat (23/12/2016) pagi. Pukul 06.00 WIB menjadi puncak pertemuan pedagang dan pembeli di pasar tradisional di jantung Kecamatan Masaran itu.

Di tengah transaksi jual beli itulah, serombongan pemuda-pemudi yang dikoordinasi Hendri B.L. berjalan membawa kardus berisi paket nasi bungkus. Sekelompok pengusaha muda itu merupakan anggota Komunitas Masaran Obah yang baru diluncurkan, Minggu (18/12/2016) lalu.

“Acara apa ta kuwi [itu]? Ooo bagi-bagi sarapan nasi bungkus. Aku jaluk siji [saya minta satu]! Aku ya jaluk siji [aku juga minta satu]!” suara para pedagang dan pembeli saling bersahutan.

Mereka tak kenal Komunitas Masaran Obah. Aktivitasnya apa pun mereka belum mengetahui. Maklum, komunitas pengusaha muda itu umurnya baru hitungan hari.

Slamet, 55, pedagang bubur asal Desa Butuh, Kecamatan Plupuh, Sragen, mengaku hanya diberi sebungkus nasi dan satu gelas air mineral. “Nasi itu ya saya terima saja untuk sarapan. Tapi mereka yang memberi itu siapa dan dari mana, saya tidak tahu. Baru kali ini ada pembagian sarapan nasi bungkus. Mudah-mudahan terus ada setiap pagi,” katanya.

Sumiyem, 50, pedagang sayuran asal Desa Sambirejo, Plupuh, Sragen, juga mendapat satu paket nasi bungkus dari Komunitas Masaran Obah. “Selama 20 tahun berdagang oprokan di pasar ini ya baru sekali ini ada pembagian nasi bungkus pagi-pagi. Saya biasa sarapan juga beli pedagang keliling pasar. Biasanya kalau sarapan pukul 09.00 WIB. Alhamdulillah, pagi-pagi sudah dapat sarapan,” tuturnya.

Hendri bersama teman-temannya membagikan 150 bungkus nasi plus air mineral. Seratusan paket nasi bungkus itu ludes dalam waktu lima menit. Nasi bungkus itu berisi sayur oseng, bakmi, dan lauk telur. Seratusan nasi bungkus itu dimasak tiga janda di Masaran sebagai wujud pemberdayaan ekonomi kecil.

“Kami mendapat dana Rp1 juta dari para donatur dari berbagai daerah yang dihimpun lewat Facebook sejak Rabu (21/12/2016) lalu. Donaturnya tidak hanya dari Masaran, tetapi dari Kedawung, Sambirejo, dan kecamatan lainnya. Kami menawarkan paket sedekah Rp20.000 per orang. Ternyata responsnya cukup baik, dalam dua hari bisa dapat Rp1 juta,” tutur Hendri saat berbincang dengan Solopos.com.

Hendri berencana terus menggiatkan kegiatan sosial itu. Sasarannya tidak hanya pedagang dan tukang becak, tetapi juga para warga yang menunggu di rumah sakit. “Ke depan sebulan bulan 2-3 kali,” tambahnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom