Ilustrasi kemiskinan. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SEMARANG — Tren penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) rupanya menjadi contoh bagi provinsi lain. Sejumlah pemerintah provinsi (pemprov) bahkan mulai menggelar kunjungan ke Jateng, dengan alasan belajar cara menurunkan kemiskinan.

berdasar data terbaru Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) penurunan angka kemiskinan di Jateng sebenarnya tidak terlalu signifikan. Data September 2018,  angka kemiskinan di Jateng mencapai 3,87 juta jiwa atau hanya turun sekitar 0,76% dari angka kemiskinan pada Maret 2018, yakni 3,90 juta jiwa.

Meski demikian, kondisi ini tak mempengaruhi para pejabat Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel) untuk berkunjung ke Jateng. Kunjungan Pemprov Sumsel itu dipimpin langsung Wakil Gubernur Mawardi Yahya, dengan ditemani sejumlah kepala daerah ke Kantor Gubernur Jateng di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (24/1/2019).

Rombongan itu ditemui Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dan juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko.

Mawardi yang pernah menjabat sebagai Bupati OKI selama dua periode menjelaskan kedatangannya ke Jateng, yakni untuk belajar cara mengatasi kemiskinan dengan cepat. Dari browsing di Internet serta mencari informasi kemana saja, pihaknya mengetahui jika Jateng merupakan povinsi yang paling cepat menurunkan angka kemiskinan dibanding provinsi lain di Indonesia.

"Kami tidak menampik, siapa yang mampu lebih cepat menurunkan kemiskinan, kami juga tidak gengsi untuk belajar ke Jateng. Sumatra Selatan sangat jauh dari Jateng. Meski kami memiliki sumber daya alam seperti perkebunan, gas, pertanian, dan batubara. Kami ingin sejahterakan masyarakat," kata Mawardi dalam keterangan resmi.

Mawardi menyebutkan kemiskinan di Sumsel sudah melebihi rata-rata nasional. Indeks pembangunan manusia (IPM) Sumsel juga berada di angka 23. Ia pun berharap dalam lima tahun masa kepemimpinannya, angka kemiskinan dapat ditekan.

"Kami mengajak wakil bupati, wakil wali kota, Bappeda dan beberapa OPD agar menjadi barisan terdepan dalam menanggulangi kemiskinan di Sumsel. Setelah dari Semarang, kami akan berkunjung ke pusat pembibitan udang terbesar di Jepara, lalu ke Sragen,” imbuh Mawardi.

Sementara itu, Wagub Jateng, Taj Yasin, mengaku angka kemiskinan di Jateng bisa ditekan dengan kerja keras dan kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

"Penurunan angka dimulai akhir 2017 sampai Maret 2017. Nominalnya masih tinggi 3,8 juta jiwa  di nomor dua terakhir di Indonesia. Penurunan selama tiga bulan, ada 0,12% sejak saya dan Pak Ganjar Pranowo dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten