Berburu Senja di Objek Wisata Baru Embung Nawang Wulan Sambirejo Sragen

Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen memiliki objek wisata baru Embung Nawang Wulan yang dibuka Kamis (16/6/2022) dengan fasilitas kuliner, swafoto, jogging track, outbound, dan lain-lain.

 Para pengunjung menikmati suasana pemandangan saat senja di Embung Dewi Nawang Wulang di Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Kamis (16/6/2022) sore. (Istimewa/Bumdes Sambirejo)

SOLOPOS.COM - Para pengunjung menikmati suasana pemandangan saat senja di Embung Dewi Nawang Wulang di Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Kamis (16/6/2022) sore. (Istimewa/Bumdes Sambirejo)

Solopos.com, SRAGEN — Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memiliki objek wisata baru yang resmi dibuka Kamis (16/6/2022).

Objek wisata buatan itu bernama Embung Nawang Wulan. Objek wisata baru di Sragen tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Jadi Mulia Sentosa, Desa Sambirejo. Banyak fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung saat berkunung ke salah satu embung di Sragen itu.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Selain keindahan embung, Embung Nawang Wulan Sragen menawarkan fasilitas lain, seperti tempat kuliner, swafoto, jogging track, taman outbond, arena bermain anak, hingga fasilitas offroad Jeep.

Direktur BUM Desa Jadi Mulia Sentosa Sambirejo, Eko Sri Hartati, kepada Solopos.com, Jumat (17/6/2022), menjelaskan selama momentum peresmian Embung Nawang Wulan digelar lomba-lomba untuk anak-anak.

Selain lomba untuk anak-anak, pihak pengelola juga menyelenggarakan pameran bonsai dan offroad komunitas Jeep pada Minggu (19/6/2022). Dia menerangkan objek wisata buatan itu sengaja diberi nama Embung Nawang Wulan. Menurut dia nama Nawang Wulan itu identik dengan sosok bidadari yang elok parasnya, cantik, dan menawan hati.

Baca Juga : Ada Apa Saja di Wisata Gunung Kemukus Sragen? Cek di Sini…

“Siapa pun yang memandangnya tertarik dan jatuh cinta kepadanya, seperti Joko Tarub. Begitu pun Embung Nawang Wulan juga embung yang elok secantik namanya. Menarik karena berada di lingkungan yang teduh dengan hembusan angin semilir sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat itu,” kata Hartati, sapaan akrabnya.

Hartati menyebut pemandangan saat senja di Embung Nawang Wulan mampu membuat jatuh hati. “Pemandangan embung ketika menjelang senja sungguh bagus, membuat orang jatuh hati dengan melihat warna langit jingga di ufuk barat. Pemandangan itu dinikmati sembari duduk di tepi embung,” tuturnya.

Objek wisata Embung Dewi Nawang Wulan ini merupakan wisata alam buatan yang menempati tanah kas desa seluas 1 hektare. Dia mengatakan objek wisata ini dikelola BUM Desa Jadi Mulia Sentosa Desa Sambirejo dalam kegiatan unit usaha pariwisata.

Dia menjelaskan fasilitasnya cukup lengkap, selain keindahan embung, juga ada tempat kuliner yang buka setiap Minggu. “Ada juga tempat swafoto, jogging track, offroad Komunitas Jeep, taman outbond, dan arena bermain anak,” ujarnya.

Baca Juga : Makam Pangeran Sukowati Sragen akan Dijadikan Wisata Religi dan Edukasi

Ia menyampaikan rencana pengembangan Embung Nawang Wulan Sragen pada 2023. Salah satunya membuat kolam renang anak. “Setiap Minggu ada live music. Lalu setiap bulan sekali ada pasar bludak yang menyajikan aneka produk [usaha mikro kecil menengah] UMKM Desa Sambirejo,” ungkap Hartati.

Untuk sementara, pengunjung masih gratis masuk ke Embung Nawang Wulan Sragen. Dia mengatakan pengunjung hanya dikenai biaya parkir motor Rp2.000 per motor dan mobil Rp5.000 per unit. Hartati berencana memasang tarif masuk objek wisata Rp3.000 per pengunjung ke depannya.

“Yang menarik pengunjung bisa menikmati sensasi naik Jeep offroad dengan cukup membayar Rp200.000 untuk empat orang. Sementara baru ada dua unit Jeep terbuka. Yang lainnya masih Jeep tertutup,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).