Tutup Iklan

Berburu Madu di Kaki Gunung Lawu, Bagaimana Caranya?

Kisah warga Jetis, Sragen, pemburu madu hutan di Kaki Gunung Lawu.

Solopos.com, SRAGEN – Hutan Gunung Tunggangan atau hutan di perbatasan Sragen-Karanganyar merupakan tempat yang dibidik para pembudidaya lebah madu. Dengan memasang glodok, begini cara mereka berburu madu di hutan gunung yang juga merupakan kaki Gunung Lawu itu.

Salah satu pemburu madu yang ditemui Solopos.com adalah Agus Widodo, warga Sambi Lenguk, Jetis, Sragen. Agus banyak berburu madu untuk mendapat sumber tambahan pendapatan selama pandemi di tengah surutnya penghasilan sebagai penjaga pemandian air hangat di Ngunut, Sambilenguk.

Baca Juga: Round Up: 9 Wisata Alternatif Gunung Lawu, Pemuda Miliki Tangan Robot

Agus mengawali upaya pertamanya dengan memasang glodok atau potongan pohon kelapa yang dirangkai agar bisa dipakai untuk sarang lebah. Para warga di pinggiran hutan yang terletak di wilayah Jetis, Sambirejo, hingga ke kaki Gunung Lawu memanfaatkan hutan itu sebagai sumber pakan ternak.

Glodok-glodok dipasang di dalam hutan, kira-kira berjarak 500 meter dari perbatasan dukuh tempat Agus tinggal. Perburuan madu lebih banyak dilakukan malam hari karena Agus menghindari tersengat lebah.

Baca Juga: Cantik! Ini Fotografer Keliling yang Viral di Tawangmangu

Setelah glodok terisi, maka waktunya dipanen dengan cara langsung diolah di tempat. Dengan alat seperti tampak di video, madu disuling ke dalam sebuah wadah. Agus biasa menjual sebotol madu itu dengan harga Rp400.000/botol.

Selain Agus, ada warga Dawung, Sambirejo, Jono, yang juga berburu madu hutan tetapi lokasinya pindah-pindah. Jono memiliki seratusan glodok yang dibuat kotak-kotak dari papan kayu.

Jono berburu madu dengan cara pindah-pindah tempat menyesuaikan musimnya. Jenis lebahnya sudah bersarang di glodoknya sehingga bisa dibawa kemana-mana. Permindahan glodok itu harus di malam hari, saat lebah-lebah itu sudah masuk sarang semua. Lebah di glodok-glodok milik Jono itu memang sengaja diternak, berbeda dengan lebar liar di Hutan Gunung Tunggangan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Berpacu dengan Debit Air, Tim SAR Temukan Jasad Korban Longsor

Tim Basarnas dan SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban longsor talut di tebing Sungai Siwaluh, Karanganyar.

Dua Tanda Jacksen Tiago Merapat ke Persis Solo

Dua hal yang dikait-kaitkan sebagai tanda Jacksen F Tiago merapat ke Persis Solo.

Mahasiswa UNS Solo Pelajari Efisiensi Reproduksi Kambing Perah

Mahasiswa UNS Solo dan peternak di Sragen belajar efisiensi reproduksi kambing ternak.

Keturunan Pedagang Sebut Hik Bukan Akronim

Versi keturunan pedagang kuliner tradisional, Hik bukan sebuah akronim.

Bangunan Baru Pasar Legi Solo Sudah 99%

Pembangunan Pasar Legi Solo disebut telah mencapai 99%.

Bebatuan Candi Dikeruk dengan Ekskavator di Klaten

Bebatuan candi yang diduga belum terdaftar benda cagar budaya dikeruk ekskavator dalam kegiatan pembangunan objek wisata umbul di Gondangjetis, Tulung, Klaten.

Jelajah Bangunan Tua Klaten dengan Wisata Jip

Wisata baru di Klaten, jelajah bangunan tua dengan menunggang jip tua.

Gasak Kabel Internet 2 Ton, 3 Pemuda Ditangkap 5 Buron

Tiga pemuda ditangkap terkait kasus pencurian kabel jaringan internet.

Kado Menyambut Ultah ke-76 Ratu Keroncong Waldjinah

Penghargaan untuk Ratu Keroncong Waldjinah dalam panggung 25 Tahun Endah Laras Berkarya.

Duh Lagi! Dukun Pengganda Uang Berulah di Wonogiri

Polres Wonogiri mengungkap kasus penipuan berkedok dukun penggandaan uang.

Berdiameter 3 Meter, Pohon Asem Berusia Dua Abad Diyakini Angker

Pohon asem setinggi 25 meter disebut angker oleh warga serta dikisahkan pernah tumbang dan berdiri lagi dengan sendirinya.

Rektor UNS Solo Dampingi Polisi Umumkan Tersangka Kasus Diklat Menwa

Rektor UNS Solo dampingi polisi umumkan tersangka kasus Diklat Menwa Jagal Abilawa.

Rektor UNS Janji Bongkar Kasus Diklat Menwa, Termasuk Kasus 2013

Komitmen Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho terhadap kasus kekerasan di dalam kampus.

Diskusi Batik Kuno: Selvi Bicara, Dua Nenek Ini Asyik Sendiri

Selvi Ananda bicara dalam acara diskusi tentang batik kuno.

Terjun ke Jurang 30 Meter di Sragen, Mobil Avanza Ringsek

Toyota Avanza ringsek setelah terjun ke jurang sedalam 30 meter di Sragen.